Kamis, 25 September 2014

FILSAFAT 6 (SELASA, 23 SEPTEMBER 2014)

FILSAFAT MANUSIA

Definisi
Bagian filsafat yang mengupas apa arti manusia/menyoroti hakikat atau esensi manusia .
Memikirkan tentang asal-usul kehidupan manusia (origin of human life), hakikat hidup manusia (the nature of
human life), dan realitas eksistensi manusia.

Metode Filsafat Manusia
refleksi, analisa transendental dan sintesa, ekstensif, intensif dan kritis.

Objek Filsafat Manusia
-Objek material: manusia.
-Objek formal: esensi manusia, strukturnya yang fundamental.
Struktur fundamental bukan fisik melainkan struktur metafisik yakni intisari, struktur dasar, bentuk terpenting
manusia, dinamisme primordial manusia yang diketahui melalui daya pikir, bukan penginderaan.

"Apa saja yang dipelajari dalam filsafat manusia?"

Inilah yang dipelajari dalam filsafat manusia :
-Mencari kekhasan manusia
-Manusia sebagaiada-di-dunia
-Evolusi
-Antarsubyektivitas (sosialitas manusia)
-Manusia sebagai eksistensi bertubuh
-Transendensi
-Manusia sebagai roh
-Pengetahuan manusia
-Kebebasan
-Kesejarahan/historisitas
-kebudayaan, sains dan teknologi
-Dimensi antropologis dari pekerjaan
-Manusia sebagai pribadi/persona
-Kematian dan harapan

FILSAFAT 5 (SENIN, 22 SEPTEMBER 2014)

KESESATAN PEMIKIRAN (FALLACIA)

Kata fallacia memiliki arti yaitu kesalahan pemikiran dalam logika bukan kesalahan fakta tapi kelasahan atas kesimpulan karena penalaranyang tidak sehat. Fallacia diklasifikasikan dalam dua jenis kesesatan yaitu :


  • Kesesatan Formal : pelanggaran terhadap kaidah logika
  • Kesesatan Informal : menyangkur kesesatan dalam bahasa

Macam-Macam Fallacia
  • amfibioli : sesat karena struktur kalimat bercabang.
  • kesesatan aksen/prosodi : sesat karena penekanan yang salah dalam pembicaraan.
  • kesesatan bentuk pembicaraan : sesat karena menyimpulkan kesamaan konstruksi juga berlaku bagi yang lain
  • kesesatan aksiden : yang aksidental dikacaukan dengan hal yang hakiki
  • kesesatan karena alasan yang salah : konklusi ditarik dari premis yang tidak relevan. 
Kesesatan Presumsi
  • generalisasi tergesa-gesa
  • non sequitur (belum tentu)
  • analogi palsu
  • penalaran melingkar (petitio principii)
  • deduksi cacat
  • pikiran simplitis
Menghindari Persoalan
  • argumentum ad hominem
  • argumentum ad populum
  • argumentum ad misericordiam
  • argumentum ad baculum
  • argumentum ad auctoritatem
  • argumentum ad ignrantiam
  • argumen untuk keuntungan seseorang
  • non causa pro causa
Kesesatan Retoris
  • Eufemisme/disfemisme
  • penjelasan retorik
  • stereotipe
  • innuendo
  • loading question
  • weaseler
  • downplay
  • lelucon/sindiran
  • hiperbola
  • pengadaian bukti
  • dilema semu

SILOGISME

Silogisme adalah suatu simpulan di mana dari dua putusan (premis-premis) disimpulkan suatu putusan yang baru. Prinsip silogisme adalah bila premisnya benar, maka kesimpulannya benar. Ada dua macam silogisme yaitu silogisme kategoris dan silogisme hipotetis.

1. Silogisme Kategoris
Silogisme Kategoris adalah silogisme yang premis dan simpulannya adalah putusan kategoris.

M-P  : Semua tumbuhan membutuhkan air.
S-M : Akasia adalah tumbuhan
S-P : Akasia membutuhkan air.

Silogisme kategoris tunggal: mempunyai dua premis, terdiri atas 3 term S, P, M.
Contoh: Lingkaran adalah bentuk bundar (S). Segitiga bukan bentuk bundar (P). Segitiga bukan lingkaran (M).
Silogisme kategoris majemuk: bentuk silogisme yang premis-premisnya sangat lengkap, lebih dari tiga premis.
Jenis:
  1. Epicherema: silogisme yang salah satu.kedua premisnya disertai alasan.
  2. Enthymema: silogisme yang dalam penalarannya tidak mengemukakan semua premis secara eksplikit.
  3. Polisilogisme: deretan silogisme dimana simpulan silogisme yang satu menjadi premis untuk silogisme yang lainnya.
  4. Sorites: silogisme yang premisnya lebih dari dua. Putusan-putusan itu dihubungkan satu sama lain sedemikian sehingga predikat dari putusan yang satu jadi subjek putusan berikutnya.
ETIKA DAN MORAL

Etika
Etika berasal dari bahasa Yunani yaitu "ethos" yang berarti watak. Sedangkan, moral bersal dari kata latin yaitu "mos" (tunggal) dan "moris" (jamak) yang artinya kebiasaan. Etika adalah cabang filsafat yang berbicara tentang nilai dan norma moral yang menentukan perilaku manusia dalam hidupnya. Etika sangat menekankan pendekatan yang kritis dalam melihat dan menggumuli nilai dan norma moral tersebut serta permasalahan-permasalahan yang timbul dalam kaitan dengan nilai dan norma-norma itu. Etika berperan untuk menghimbau orang untuk bertindak sesuai dengan moralitas,tetapi bukan karena tindakan itu diperintahkan oleh moralitas tetapi karena orang itu sadar bahwa hal itu memang baik baginya. Etika juga membantu manusia untuk bertindak secara bebas dan dapat dipertanggungjawabkan.
Etika ada dua macam, yaitu :
  • Etika Perangai : Adat istiadat atau kebiasaan yang menggambarkan perangai manusia dalam hidup bermasyarakat di daerah-daerah tertentu,pada waktu tertentu pula. Contoh : pakaian adat dan upacara adat.
  • Etika moral : berkenan dengan kebiasaan berperilaku baik dan benar berdasarkan kodrat manusia. Contoh : berkata dan berbuat jujur.
Etika dibagi menjadi tiga kajian ilmu: 
  • Etika normatif: mempelajari secara kritis dan metodis norma-norma yang ada, untuk dapat norma dasar yang dapat dipertanggungjawabkan. Maka sebagai ilmu, etika bersifat kritis dan metodis.
  • Etika Fenomenologis: mempelajari secara kritis dan metodis gejala-gejala moral seperti suara hati kesadaran moral, kebebasan, tanggung jawab, norma-norma, dsb
  • Etika deskriptif: berusaha meneropong secara kritis dan rasional sikap dan pola prilaku manusia dan apa yang dikejar oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai.

Moral
Arti moral secara umum:
Moral adalah norma (biasanya dirumuskan dalam bentuk perintah dan larangan) untuk menata sikap batin dan perilaku lahiriah.
Moral dibagi dua: moral filosofis dan moral teologis
-Moral filosofis didasarkan pada penalaran akal budi dan pengamata. Mis: moral pancasila.
-Moral Teologis didasarkan pada wahyu atau kitab suci yang ditafsirkan oleh otoritas instansi agama.




Senin, 22 September 2014

FILSAFAT 4 (19 SEPTEMBER 2014)

Haloooo! Pada kali ini saya akan membagikan materi kuliah saya pada hari Jumat (19 September 2014). Hari ini merupakan hari yang cukup berat karena harus kuliah sampe sore karena adanya jam tambahan. Saya akan mempost semua materi saya sekaligus yaaa.
Silakan menyimak post saya ya ^^

Subjektivisme dan Objektivisme

Subjektivisme

Subjektivisme merupakan pengetahuan yang dipahami sebagai keyakinan yang dianut oleh masyarakat. Pandangan ini didukung oleh beberapa tokoh dan kaum,yaitu :

1. Rene Descartes
"cogito ergo sum cogitans" (saya berpikir maka saya adalah pengada yang berpikir) itu adalah kalimat yang menjadi ciri khas Descartes. Descartes adalah tokoh yang menolak skeptisme dan dia adalah seorang rasionalis (yang menggunakan pikiran sebagai sumber utama tentang kebenaran pengetahuan). Menurutnya kebenaran bukan karena indera yang dapat diandalkan, tetapi karena keyakian Tuhan yang menciptakan indera pada manusia yang tidak mungkin menipu. Kenyataan bukti keyakinan akan adanya dunia luar atau "yang bukan aku" kurang meyakinkan dibandingkan bukti yang tersedia bagi adanya subjek atau "aku". Keberadaan sesuatu di luar atau "yang bukan aku" hanya dapat disimpulkan secara tidak langsung dari kebenaran dan pengetahuan mengenai diri sendiri. Kesadaran diri sendiri merupakan hasil dari suatu proses bertahap melalui pengalaman pergulatan dengan dunia luar.

2. Realisme Epistemologis 
Kaum ini berpendapat bahwa kesadaran menghubungkan saya dengan "apa yang lain" dari diri saya.

3.Idealisme Epistemologis
Kaum ini berpendapat bahwa setiap tindakan mengetahii berakhir di dalam suatu ide yang merupakan suatu peristiwa subjektif murni.

Banyak filsuf sesudah Descartes mengandaikan bahwa satu-satunya hal yang dapat kita ketahui dengan pasti adalah diri kita sendiri dan kegiatan sadar kita.

Ciri-ciri subjektivisme

- Mengagas pengetahuan sebagai suatu keadaan mental yang khusus.
- Pengalaman subjektif sebagai titik tolak pengetahuan dari data inderawi diri sendiri.
- Prinsip subjektif tentang alasan cukup,karena pengalaman bersifat personal,benar secara pasti dan     meyakinkan karena berlaku sebagai pengetahuan langsung dari subjek.


Objektivisme

Objektivisme merupakan pandangan bahwa objek yang dipresepsikan melalui perantara indera itu ada dan bebas dari kesadaran manusia. Objektivisme dapat diartikan juga sebagai pandangan yang menganggap bahwa segala sesuatu yang dipahami adalah tidak tergantung pada orang yang memahami. Ada 3 pandangan dasar objektivisme,yaitu :

1. Kebenaran itu independen terlepas dari pandangan subjektif.
2. Kebenaran itu datang dari bukti faktual.
3. Kebenaran hanya bisa disadari dari pengalaman inderawi.

Objek itu bersifat "umum" dalam arti bahwa objek yang sama dipresepsikan oleh pengamat yang jumlahnya tidak terbatas,dan objek itu bersifat permanen baik untuk dipresepsikan ataupun tidak. Untuk mempercayai kebenaran kesaksian inderawi, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi :

a. Objek harus sesuai dengan jenis indera kita.
b. Organ indera harus normal dan sehat.
c. Karena objek yang ditangkap melalui medum,maka medium itu harus ada.

Objek dibagi menjadi dua tipe yaitu, khusus dan umum.

Objek khusus merupakan daya yang ditangkap hanya oleh sati indera. Misalnya warna, suara, atau bau.
Objek umum merupakan data yang dapat ditangkap oleh lebih dari satu indera. Misalnya keluasan dan gerakan yang dapat dilihat dan diraba oleh indera lainnya.


Subtansi Filsafat Ilmu : Konfirmasi, Inferensi dan, Konstruksi Teori
Konfirmasi

berasal dari kata confirmation (inggris) yaitu penegasan atau memperkuat. Konfirmasi berhubungan dengan filsafat ilmu,maka fungsi ilmu pengetahuan adalah menjelaskan, menegaskan, menegaskan, memperkuat apa yang didapat dari kenyataan atau fakta. Ada dua aspek konfirmasi, yaitu:

Konfirmasi Kuantitatif : untuk memastikan kebenaran,ilmu pengetahuan mengemukakan konfirmasi aspek kuantitatif
-Konfirmasi Kualitatif : untuk menunjukan kebenaran.Karena konfirmasi kuantitatif tidak bisa dilaksanakan,maka harus menjalankan konfirmasi ini.

Konfirmasi berupaya untuk mencari hubungan yang normatif antara hipotesis yang sudah diambil dengan fakta-fakta.

Konfirmasi diabgi menjadi 3 jenis,yaitu :
1. decision theory
Kepastian berdasarkan keputusan "apakah hubungan antara hipotesis dengan fakta punya manfaat aktual?"
2. estimation theory 
Menetapkam kepastian dengan memberi peluang benar-salah melalui konsep probabilitas.
3. reliability theory 
menetapkan kepastian dengan mencermati stabilitas fakta yang berubah-ubah terhadap hipotesis.

Inferensi
Inferensi diartikan sebagai suatun proses penarikan konklusi dari satu atau lebih proposisi (keputusan). Inferansi bertolak dari pengetahuan yang sudah dimiliki bergerak ke pengetahuan baru. Dalam logika, proses penarikan kesimpulan dapat dilakukan dengan dua cara,yaiutu deduktif dan induktif.

1. Inferensi Deduktif
Inferensi deduktif dibagi menjadi dua jenis yaitu langsung dan tidak langsung. 

  • Inferensi langsung adalah oenarikan kesimpulan hanya dari sebuah premis. Premis yaitu data, bukti, atau dasar pemikiran yang menjamin terbentuknya kesimpulan. Kesimpulan yang ditarik tidak boleh lebih luas dari premisnya.
  • Inferensi tidak langsung (silogistik) adalah penarikan kesimpulan dengan menggunakan dua premis. Konklusi tidak lebih umum daripada premis-premisnya. Premis-Premis merupakan proposisi yang diguakan untuk membuat konklusi. Proposisi-proposisi yang menjadi premis-premis dalam suatu silogisme disebut antesendens,sedangkan proposis yang digunakan menjadi konklusi disebut konsekuens.Predikat konklusi disebut term mayor dan subjeknya disebut term minor.
Hukum Inferensi :
  1. kalau premis-premis benar,maka kesimpulan benar.
  2. kalau premis-premis salah, maka kesimpulan bisa salah atau kebetulan benar.
  3. bila kesimpulan salah, premisnya juga salah.
  4. bila kesimpulan benar, maka premisnya bisa benar dan bisa juga salah.
Konstruksi teori

Kata teori berarti model atau kerangka pikiran yang menjelaskan fenomena alami atau sosial tertentu. Teori dapat dirumuskan, dikembangkan, dan dievaluasi menurut metode ilmiah. Arti teori dibagi menjadi dua kutu, yaitu :
- kutub 1 : Teori sebagai hukum eksperimental.
- kutub 2 : teori sebagai hukum yang berkualitas normal.


Periode Perkembangan ilmu Pengetahuan

  1. Animisme : fase percaya pada mitos
  2. ilmu empiris : tolak ukur ilmu paling sederhana adalah (a) pengalaman, (b) klasifikasi, (c) penemuan hubungan-hubungan, (d) perkiraan kebenaran.
  3. ilmu teoritis : gejala yang ditimbulkan dan ilmu empiris diterangkan dengan kerangka pemikiran.
3 Model Konstruksi teori
  • Korespondensi : kebenaran sesuatu dibuktikan dengan menemukan relevansi dengan yang lain
  • koherensi : sesuatu dipandang benar bila sesuai dengan moral tertentu. Mementingkan kesesuaian antara kebenaran objektif dan kebenaran moral/nilai.
  • paradigmatis : konsep kebenaran ditata menurut pola hubungan yang beragam,menyederhanakan yang kompleks.
Aliran dalam Konstruksi Teori
  • reduksionisme : teori itu suatu pernyataan yang abstrak, tidak dapat diamati secara empiris dan tidak dapat diuji secara langsung
  • instrumentalisme : teori adalah instrumen bagi pernyataan observasi agar terarah dan terkonstruksi.
  • realisme : teori dianggap benar bila real secara subtantif ada bukan fiktif.



Logika

Logika bersasal dari bahasa Yunani, yaitu logikos (sesuatu yang diungkapkan lewat bahasa). Pertama kali istilah itu digunakan oleh Zeno dari Citium 9334-262 SM). Logika merupakan cabang filsafat yang mempelajari,menyusun, dan membahas asas-asas atau aturan formal serta kriteria yang sahih bagi penalaran dan penyimpulan untuk mencapai kebenaran yang dapat dipertanggungjawabkan secara rasional.
Logika juga merupakan ilmu pengetahuan. logika juga merupakan suatu keterampilan untuk menerapkan hukum-hukum pemikiran dalam praktek. 

Objek Logika

  • material : manusia itu sendiri
  • formal : kegiatan akal budi untuk melakukan penalaran yang tepat yang tampak melalui ungkapan pikiran melalui bahasa.
Manfaat Belajar logika
  1. membantu setiap orang untuk mampu berpikir kritis, rasional, dan metodis
  2. kemampuan meningkatkan kemampuan benalar zecara abstrak
  3. mampu berdiri lebih tajam dan mandiri
  4. menambah kecerdasan berpikir, sehingga bisa menghindari kekeliruan dan kesesatan dalam menarik kesimpulan.
Macam-Macam Logika :
  • Logika kodrati : suatu suasana saat akal budi bekerja menurut hukum logika secara spontan
  • logika ilmiah : berusaha mempertajam akal budi manusia agar dapat bekerja lebih teliti atau tepat, sehinggal dapat menghindari kekesatan.
Logika formal (logika miror)
Logika formal berbicara tentang kebenaran bentuk. sebuah argumen dikatakan mempunyai kebenaran bektu, bila konklusinya ditarik secara logis dari premis atau titik pangkalmya dengan mengabaikan isi yang terkandung dalam argumen tersebut. Yang harus diperhatikan adalah penyusunan pernyataan-pernyataan yang menjadi premis atau dasar pennyimpulan.


Logika Material atau Isi (logika mayor)
Logika material membahas tentang kebenaran isi. sebuah argumen dikatakan mempunyai kebenaran isi bila pernyataan-pernyataan yang membentuk sesuai dengan kenyataan.


Logika (Critical Thinking)
Berpikir kritis adalah merasionalkan kehidupan manusia dan secara hati-hati mengamati atau memeriksa proses berpikir sebagai dasar untuk mengklarifikasi dan memperbaiki pemahaman tentang sesuatu. Pemeriksaan atas suatu asumsi tentang bukti terbaru dan menginterpretasikan dan mengevaluasi argumen dalam rangka menegakkan kesimpulan atas suatu persfektif baru.

Karakterisrik Berpikir Kritis

  1. Rasional,Reasonable,Refleksi : berdasarkan asalan dan bukti bukan atas dasar keinginan pribadi. 
  2. Melibatkan Skeptiscm yang sehat dan konstruktif : tidak menerima atau menolak ide dan menaati peraturan setelah berpikir panjang dengan mencari pemahaman, merasionalkannya, mengikuti yang yang masuk akal, dan memperbaiki yang tidak masuk akal.
  3. Otonomi : tidak mudah dimanupulasi, berpikir dengan pikiran sendiri
  4. Kreatif : menciptakan ide yang orisinal dengan cara menghubungkan pemikiran dan konsep
  5. Adil : tidak berpihak
  6. Dapat dipercaya dan dilakukan : memutuskan tindakan yang dilakukan, membuat observasi yang dapat dipercaya,mengatasi masalah dan mengevaluasi kebijakan, tuntunan dan tindakan.
Pemikiran Kritis di Psikologi akan mempraktekkan Keterampilan Kognitif dalam :
  • Analisa
  • Aplikasi Standar
  • Diskriminasi
  • Pencarian Informasi
  • Pembuatan alasan logis
  • Prediksi
  • Transformasi pengetahuan

5 Model Berpikir Kritis 
T : Total Recall
H : Habits
I : Inqurity
N : New ideas and Creativity
K : Knowing how you think

Logika Deduktif dan Induktif

Logika Induktif
Logika induktif adalah cara kerja ilmu pengetahuan yang bertolak belakang degan sejumlah proposisi tunggal/partikular tertentu untuk menarik kesimpulan umum tertentu. Berdasarkan fakta dapat dirumuskan kesimpulan umum. Namun, kesimpulan umum harus dianggap sebagai bersifat sementara karena ciri dasar induktif selalu tidak lengkap. Argumentasi dalam penalaran induktif tidak dinilai sebagai sahih/valid atau invalid, tapi berdasarkan probabilitas.

Cara penalaran Induktif
Proses induksi mulai berdasar kejadian-kejadian atau gejalala partikular. Tiga ciri penalaran induktif :
  1. Premis penal induktif : proposisi empiris yang ditangkap indera
  2. Kesimpulan dalam penalaran induksi lebih luas daripada apa yang dinyatakan dalam premis
  3. Meski kesimpulan tidak mengikat, tapi manusia menerimanya.
Ciri Penalaran Induksi 
  1. premis-premis dalam penalaran induksi merupakan proposisi empiris yang berhubungan langsung dengan observasi indera. Indera menangkap dan akal menerima.
  2. kesimpulan dalam penalaran induksi lebih luas daripada apa yang dinyatakan di dalam premis-premisnya.
  3. meskipun kesimpulan induksi itu tidak mengikat, tetapi manusia yang normal akan menerimanya, kecuali apabila ada alasan untuk menolaknya. Jadi, dapat dikatakan bahwa kesimpulan induksi itu memiliki kredibilitas rasional yang disebut probabilitas.
Generalisasi Induktif
Generalisasi induktif adalah proses berdasarkan pengamatan atas gejala dengan sifat tertentu untuk menarik kesimpulan tentang semua. Prinsip generalisasi induktif yaitu apa yang terjadi beberapa kali dalam kondisi tertentu dapat diharapkan akan selalu terjadi bila kondisi yang sama terpenuhi. Beberapa syarat membuat generalisasi :
  1. tidak terbatas secara numerik,tidak boleh terikat pada jumlah tertentu
  2. tidak terbatas secara spasio temporal, harus berlaku di mana saja
  3. dapat dijadikan dasar pengadaian.
Analogi Induktif
Analogi induktif adalah proses penalaran untuk menarik kesimpulan tentang kebenaran suatu gejala khusus berdasarkan kebenaran gejala khusus yang lain yang punya sifat esensial yang sama. Analogi induktif berbicara tentang dua hal yang berlainan dan dua hal yang berlainan tersebut dibandingkan. Dalam melakukan perbandingan ada dua hal yang perlu diperhatikan yaitu, persamaan dan perbedaan.
Prinsip dasar prnalaran analogi induktif adalah "karena hal d analog dengan a, b, c, maka apa yang berlaku bai a, b, dan c dapat diharapkan berlaku juga untuk d".
Bedanya dengan generelisasi yaitu di mana konklusinya berupa proposi universal,sedangkan penalaran induksi konklusinya lebih luas daripada premis-premisnya.

Faktor Probabilitas
Tinggi rendahnya probabilitas induksi dipengaruhi oleh :
  • faktor fakta
  • faktor analogi
  • faktor disanalogi
  • faktor luas konklusi
Kesesatan Generalisasi/Analogi
Selain faktor-faktor objektif,tinggi rendahnya pbobabilitas suatu penalaran juga dipengaruhi faktor-faktor subjektif. Faktor subjektif biasanya muncul dalam penalaran seseorang yang keberadaanya tidak disadari. Ada beberapa faktor yang menyebabkan kesesatan dalam penalaran induktif, yaitu :
  • tergesa-gesa
  • ceroboh
  • prasangka

Hubungan Sebab-Akibat
Hubungan sebab-alibat antara peristiwa-peristiwa dapat terjadi dalam tiga pola,yaitu
  1. pola dari sebab ke akibat
  2. pola dari akibat ke sebab
  3. pola dari akat ke akibat
Logika Deduktif
Deduktif merupakan suatu proses tertentu dalam proses itu akal budi kita menyimpulkan pengetahuan yang lebih 'khusus' dari pengetahuan yang lebih 'umum'.Penalaran deduktif selalu diungkapkan salam bentuk silogisme. Silogisme meruupakan suatu jenis penarikan kesimpulan yang didasarkan pada premis-premis yang sudah diketahhui. Maksud dari premis-premis itu untuk memberikan bukti bahwa kesimpulan itu benar.
Premis-premis daru suatu argumentasi deduktif yang tepat berisi semua bukti yang dibutuhkan untuk membuktikan kebenaran suatu kesimpulan. Argumentasi deduktif dinilai lebih berdasarkan vaid atau tidak valid.

Apa yang dimaksud dengan kebenaran premis ?

Premis dianggap 'benar' apabila sesuai dengan realitas. Sebaliknya, premis dianggap salah jika tidak sesuai dengan realitas.

Ciri-ciri Silogisme
  1. semua pernyataannya adalah proposisi kategoris
  2. terdiri dari dua premis dan sebuah kesimpulan
  3. dua premis dan satu kesimpulan secara bersama-sama memuat tiga term (kata) yang berbeda dan masing-masing term tampak dalam dua dari tiga proposisi.

Induksi dan deduksi selalu berdampingan, keduanya selalu bersama-sama dan saling memuat. Persamaan induksi dan deduksi adalah argumentasi keduanya terdiri dari premis-premis yang mendukung kesimpulan. Sedangkan, perbedaannya adalah penalaran induksi yang tepat akan punya premis-premis benat tetapi kesimpulan salah,karena argumentasi penalaran induksi tidak membuktikan kesimpulan benar.Hal ini disebabkan oleh arguemtasi-argumentasi dalam penalaran induksi yang tidak membuktikan bahwa kesimpulan itu benar. Premis hanya menetapkan kesimpulan berisi suatu kemungkinan sebsb premis hanya mengandung sebagian dari bukti atau data yang dibutuhkan kesimpulan.


Nah teman-teman, itulah ringkasan materi saya pada pertemuan kali ini. Semoga bermanfaat yaa.
Silakan sampaikan kritik dan saran kalian ya ^^
hehehehe

Jumat, 19 September 2014

FILSAFAT 3 (18 SEPTEMBER 2014)

Haloooo kita ketemu lagi nih! ^^
Semoga kalian tidak bosan ya membaca blog saya, Teman-teman, pada post saya kali ini, saya akan berbagi materi kuliah saya pada pertemuan ketiga saya di blok filsafat ya. Mohon disimak dengan baik dan semoga bermanfaat ^^

EPISTEMOLOGI



Definisi Epistemologi

Epistemologi berasal dari bahasa Yunani episteme (pengetahuan) dan logos (kata/pembicaraan/ilmu) adalah cabang filsafat yang berkaitan dengan asal, sifat, karakter dan jenis pengetahuan.



Metode-Metode Untuk Memperoleh Pengetahuan



a. Empirisme
Empirisme adalah suatu cara/metode dalam filsafat yang mendasarkan cara memperoleh pengetahuan dengan melalui pengalaman. John Locke (Bapak Empirisme Britania) mengatakan bahwa pada waktu manusia di lahirkan akalnya merupakan jenis catatan yang kosong (tabula rasa), dan di dalam buku catatan itulah dicatat pengalaman-pengalaman inderawi. Menurut Locke, seluruh sisa pengetahuan kita diperoleh dengan jalan menggunakan serta memperbandingkan ide-ide yang diperoleh dari penginderaan serta refleksi yang pertama-pertama dan sederhana tersebut.





b. Rasionalisme
Rasionalisme berpendirian bahwa sumber pengetahuan terletak pada akal. Bukan karena rasionalisme mengingkari nilai pengalaman, melainkan pengalaman paling-paling dipandang sebagai sejenis perangsang bagi pikiran. 







c. Fenomenalisme

Bapak Fenomenalisme adalah Immanuel Kant. Kant membuat uraian tentang pengalaman. Barang sesuatu sebagaimana terdapat dalam dirinya sendiri merangsang alat inderawi kita dan diterima oleh akal kita dalam bentuk-bentuk pengalaman dan disusun secara sistematis dengan jalan penalaran. Karena itu kita tidak pernah mempunyai pengetahuan tentang barang sesuatu seperti keadaannya sendiri, melainkan hanya tentang sesuatu seperti yang menampak kepada kita, artinya, pengetahuan tentang gejala (Phenomenon).




Sifat Epistemologi



  • Secara kritisàmempertanyakan/menguji cara kerja,pendekatan, kesimpulan yang ditarik dalam kegiatan kognitif manusia.
  • Secara normatif àmenentukan tolok ukur/norma penalaran tentang kebenaran pengetahuan.
  • Secara evaluatif à menilai apakah suatu keyakinan,pendapat suatu teori pengetahuan dapat dipertanggungjawabkan dan dijamin kebenarannya secara logis dan akurat.

Dasar Dan Sumber Pengetahuan



1. pengalaman manusia
2. ingatan (memory)
3. Penegasan tentang apa yang diobservasi (kesaksian )
4. Minat dan rasa ingin tahu
5. Pikiran dan penalaran
6. Logikaà berpikir tepat dan logis
7. Bahasaà ekspresi pemikiran manusia melalui ujaran / tulisan
8. Kebutuhan hidup manusia à mendorong terciptanya IPTEK

Teori Kebenaran Dalam Ilmu Pengetahuan

a. Teori Kebenaran Korespondensi
Kebenaran akan terjadi apabila subjek  yakin bahwa objek sesuai dengan kenyataannya.
Sifat kebenaran korespondensi adalah subjektif.

b. Teori Kebenaran Koherensi
Kebenaran akan terjadi apabila ada kesesuaian pendapat dari beberapa subjek terhadap objek.
Sifat kebenaran koherensi adalah objektif.

c. Teori Kebenaran Pragmatik
Kebenaran akan terjadi apabila sesuatu memiliki kegunaannya.

d. Teori Kebenaran Konsensus
Kebenaran konsensus akan terjadi apabila ada kesepakatan yang disertai  alasan tertentu.

e. Teori Kebenaran Semantik
Kebenaran semantik akan terjadi apabila orang mengetahui dengan tepat tentang arti suatu
kata.


KEBENARAN


Apa yang dimaksud dengan Kebenaran ?

Untuk menilai sesuatu menggunakan istilah benar atau salah. Pengetahuan dapat dinilai
benar atau salah, karena pengetahuan pada dasarnya merupakan gabungan dan perpaduan
dari sistem pernyataan. Suatu konsep tidak dapat dinilai benar atau salah, tapi konsep
tersebut terpilih atau kabur. Begitu juga dengan presepsi  tidak dapat dinilai benar atau
salah, tapi isi pernyataan tentang apa yang dpipresepsikan.Secara umum kebenaran
adalah kesesuaian antara apa yang dipirkan dan atau dinyatakan dengan kenyataan yang 
sesungguhnyaSuatu  pengetahuan atau pernyataan di sebut benar jika sesuai dengan 
kenyataan.


Kebenaran Menurut Beberapa Ahli 

Kebenaran dama bahasa Yunani adalah alètheia

a.Menurut Plato tentang kebenaran secara etimologi kata alètheia berarti 
ketaktersembunyiaan adanya” atau “ketersingkapan adanya”. Kebenaran menurut konsep
Plato terletak pada objek yang diketahui atau pada apa yang dikejar untuk diketahui.
b. Menurut konsep Aristoteles terletak pada subjek yang diketahui bukan pada objeknya
c.Menurut kaum Positivisme Logis bahwa kebenaran dibedakan menjadi duayaitu 
kebenaran faktual dan kebenaran nalarKebenaran faktual adalah kebenaran tentang 
ada  tidaknya secara faktual di dunia nyata yang dialami manusia (yang biasanya diukur
dengan, dapat atau tidaknya menggunakan indera manusia ).
Kebenaran faktual yang bersifat nisbi (hanya terlihat ketika dibandingkan dengan yang
lain, tidak mutlak dan relatifdan mentak (mungkinbelum pasti).
Kebenaran nalar adalah kebenaran yang bersifat tautologis (pengulangan gagasandan 
tidak menambah pengetahuan baru mengenai duniatetapi dapat menjadi sarana yang 
berdaya guna untuk memperoleh pengatahuan yang benar tentang 
dunia ini. Kebenaran nalar bersifat mutlak dan tidak niscaya (tentupasti).
d.Menurut Thomas Aquinasmaka kebenaran dibedakan menjadi duayaitu :
kebenaran Ontologis (Veritas Ontologica) : kebenaran yang terdapat dalam kenyataan
kebenaran Logis (Veritas Logica) : kebenaran yang terdapat dalam akal budi manusia.


Kekeliruan dan Kesahihan

Kekeliruan berati menerima sebagai benar apa yang dinyatakan salah atau menyangkal apa
yang senyatanya 
benarKekeliruan adalah segala sesuatu yang menyangkut tindakan kognitif subyek penahu,
sedangkan kesalahan adalah hasil dari tindakan tersebut.


Faktor-Faktor Yang Menyebabkan Terjadinya Kekeliruan

1.Sikap terburu-buru dan kurang perhatian dalam salah satu tahap atau keseluruhan proses 
kegiatan mengetahui
2. Sikap terlalu gegabah dalam melangkah.
3. Kerancuan atau kebingungan akibat emosifrustasiperasaan yang entah mengganggu 
konsentrasi  atau membuat kurang terbuka terhadap bukti-bukti yang tersedia.
4. Prasangka dan bias-bias, baik individu maupun sosial.
5. Keliru dalam penalaran atau tidak mematuhi aturan-aturan logika.

So, akhirnya kelar deh post saya pada kesempatan kali ini, Semoga apa yang saya tulis dapat
bermanfaat yaaaa :p
Sampai jumpa di post saya yang selanjutnya ^^










S