Kata fallacia memiliki arti yaitu kesalahan pemikiran dalam logika bukan kesalahan fakta tapi kelasahan atas kesimpulan karena penalaranyang tidak sehat. Fallacia diklasifikasikan dalam dua jenis kesesatan yaitu :
- Kesesatan Formal : pelanggaran terhadap kaidah logika
- Kesesatan Informal : menyangkur kesesatan dalam bahasa
Macam-Macam Fallacia
- amfibioli : sesat karena struktur kalimat bercabang.
- kesesatan aksen/prosodi : sesat karena penekanan yang salah dalam pembicaraan.
- kesesatan bentuk pembicaraan : sesat karena menyimpulkan kesamaan konstruksi juga berlaku bagi yang lain
- kesesatan aksiden : yang aksidental dikacaukan dengan hal yang hakiki
- kesesatan karena alasan yang salah : konklusi ditarik dari premis yang tidak relevan.
Kesesatan Presumsi
- generalisasi tergesa-gesa
- non sequitur (belum tentu)
- analogi palsu
- penalaran melingkar (petitio principii)
- deduksi cacat
- pikiran simplitis
Menghindari Persoalan
- argumentum ad hominem
- argumentum ad populum
- argumentum ad misericordiam
- argumentum ad baculum
- argumentum ad auctoritatem
- argumentum ad ignrantiam
- argumen untuk keuntungan seseorang
- non causa pro causa
Kesesatan Retoris
- Eufemisme/disfemisme
- penjelasan retorik
- stereotipe
- innuendo
- loading question
- weaseler
- downplay
- lelucon/sindiran
- hiperbola
- pengadaian bukti
- dilema semu
SILOGISME
Silogisme adalah suatu simpulan di mana dari dua putusan (premis-premis) disimpulkan suatu putusan yang baru. Prinsip silogisme adalah bila premisnya benar, maka kesimpulannya benar. Ada dua macam silogisme yaitu silogisme kategoris dan silogisme hipotetis.
1. Silogisme Kategoris
Silogisme Kategoris adalah silogisme yang premis dan simpulannya adalah putusan kategoris.
M-P : Semua tumbuhan membutuhkan air.
S-M : Akasia adalah tumbuhan
S-P : Akasia membutuhkan air.
Silogisme kategoris tunggal: mempunyai dua premis, terdiri atas 3 term S, P, M.
Contoh: Lingkaran adalah bentuk bundar (S). Segitiga bukan bentuk bundar (P). Segitiga bukan lingkaran (M).
Silogisme kategoris majemuk: bentuk silogisme yang premis-premisnya sangat lengkap, lebih dari tiga premis.
Jenis:
- Epicherema: silogisme yang salah satu.kedua premisnya disertai alasan.
- Enthymema: silogisme yang dalam penalarannya tidak mengemukakan semua premis secara eksplikit.
- Polisilogisme: deretan silogisme dimana simpulan silogisme yang satu menjadi premis untuk silogisme yang lainnya.
- Sorites: silogisme yang premisnya lebih dari dua. Putusan-putusan itu dihubungkan satu sama lain sedemikian sehingga predikat dari putusan yang satu jadi subjek putusan berikutnya.
ETIKA DAN MORAL
Etika
Etika berasal dari bahasa Yunani yaitu "ethos" yang berarti watak. Sedangkan, moral bersal dari kata latin yaitu "mos" (tunggal) dan "moris" (jamak) yang artinya kebiasaan. Etika adalah cabang filsafat yang berbicara tentang nilai dan norma moral yang menentukan perilaku manusia dalam hidupnya. Etika sangat menekankan pendekatan yang kritis dalam melihat dan menggumuli nilai dan norma moral tersebut serta permasalahan-permasalahan yang timbul dalam kaitan dengan nilai dan norma-norma itu. Etika berperan untuk menghimbau orang untuk bertindak sesuai dengan moralitas,tetapi bukan karena tindakan itu diperintahkan oleh moralitas tetapi karena orang itu sadar bahwa hal itu memang baik baginya. Etika juga membantu manusia untuk bertindak secara bebas dan dapat dipertanggungjawabkan.
Etika ada dua macam, yaitu :
- Etika Perangai : Adat istiadat atau kebiasaan yang menggambarkan perangai manusia dalam hidup bermasyarakat di daerah-daerah tertentu,pada waktu tertentu pula. Contoh : pakaian adat dan upacara adat.
- Etika moral : berkenan dengan kebiasaan berperilaku baik dan benar berdasarkan kodrat manusia. Contoh : berkata dan berbuat jujur.
Etika dibagi menjadi tiga kajian ilmu:
- Etika normatif: mempelajari secara kritis dan metodis norma-norma yang ada, untuk dapat norma dasar yang dapat dipertanggungjawabkan. Maka sebagai ilmu, etika bersifat kritis dan metodis.
- Etika Fenomenologis: mempelajari secara kritis dan metodis gejala-gejala moral seperti suara hati kesadaran moral, kebebasan, tanggung jawab, norma-norma, dsb
- Etika deskriptif: berusaha meneropong secara kritis dan rasional sikap dan pola prilaku manusia dan apa yang dikejar oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai.
Moral
Arti moral secara umum:
Moral adalah norma (biasanya dirumuskan dalam bentuk perintah dan larangan) untuk menata sikap batin dan perilaku lahiriah.
Moral dibagi dua: moral filosofis dan moral teologis
-Moral filosofis didasarkan pada penalaran akal budi dan pengamata. Mis: moral pancasila.
-Moral Teologis didasarkan pada wahyu atau kitab suci yang ditafsirkan oleh otoritas instansi agama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar