Hai semuaaa....
Pada post ini saya akan menjawab pertanyaan "apakah manusia itu bebas?"
Menurut pendapat saya, manusia itu bisa dikatakan benar-benar bebas hanya dalam hal tertentu. Contoh, manusia bebas memilih agama, pekerjaan dan dalam menentukan jalan hidupnya. Namun disamping itu, di kehidupan kita juga terdapat beberapa aturan baik yang dibuat oleh negara ataupun yang berasal dari Tuhan. Dalam hal ini, menurut saya manusia juga bebas karena manusia bisa memilih apakah manusia mau melaksanakannya atau tidak. Namun, jika manusia memilih tidak melaksanakannya, manusia harus siap menanggung resiko dari pilihannya tersebut. Seperti misalnya saat kita mengendarai mobil, kita diwajibkan memakai sabuk pengaman, namun pada kenyataannya masih banyak dari kita yang tidak menggunakannya atau mungkin kita baru akan menggunakan ketika kita melihat ada polisi atau sedang dilakukan razia.
Jadi, menurut saya manusia itu bebas dalam hal apa saja asal manusia bisa mempertanggungjawabkan apa yang telah menjadi pilihannya.
Sekian pendapat saya.
Jika kalian ingin menambahkan komentar saya, silahkan post komentar kalian yaa ^^
Minggu, 28 September 2014
FILSAFAT 8 (JUMAT, 26 SEPTEMBER 2014)
MANUSIA & AFEKTIFITASNYA | KEBEBASAN
Kekayaan Dan Kompleksitas Afektifitas Manusia
Afektifitaslah yang membuat manusia "berada" di dunia, berpartisipasi dengan orang lain. Afektifitaslah yang mendorong orang untuk mencintai, mengabdi dan menjadi kreatif. Cara hadir kita di dunia diperdalam oleh afektifitas. Yang membedakan manusia dengan tumbuhan adalah afektifitasnya.
-Mengarah kepada objek karena menyukainya, atau
-Berpaling karena tidak menyukainya/dianggap buruk
Cinta = buah afektifitas positif
Benci = buah afektifitas negatif
Sebenarnya, cintalah yang paling dasariah
Terhadap objek yang disukai nya, yang dianggap berguna, disebut cinta utilitaris/bermanfaat.
Bagaimana sikap subjek dapat ditentukan secara afektif oleh obyeknya ?
Membedakan "perasaan" dan "emosi".
Kehidupan afektif memperlihatkan macam-macam cara yang berbeda-beda menurut bagaimana subyek menguasai obyek.
Keadaan afektif yang bermacam-macam ini disebut "hasrat-hasrat jiwa" (Thomas Aquinas).
Meninjau ciri khas kebenaran afektifitas yang disebut "suasana hati".
Apa yang bukan perbuatan afektif ?
Cinta membuktikan diri dalam perbuatan. Cinta mendahului perbuatan..
Afektifitas tidak sama dengan kesanggupan merasa.
Afektifitas bukan hanya merasa, tapi juga menyangkut hal yang spiritual
Apa yang merupakan perbuatan afektif ?
Hidup afektif/afektifitas adalah seluruh perbuatan afektif yang dilakukan subjek sehingga ditarik oleh obyek, ataupun sebaliknya. Perbuatan afektif sedikit mirip dengan "perbuatan mengenal" karena dianggap perbuatan vital/imanen. Hanya saja perbuatan afektif lebih pasif, dimana "perbuatan mengenal" lebih membuka diri terhadap objek.
Kondisi afektifitas manusia
Agar ada afektifitas, perlu ada suatu ikatan kesamaan antara subjek dan objek perbuatan afektifnya.
Kesenangan yaitu perasaan yang dialami subjek bila dia dihinggapi oleh keadaan berada lebih baik.
Catatan Tentang Cinta Akan Diri, Sesama, dan Tuhan
Cinta akan diri sendiri dianggap sebagai egoisme, padahal tidak. Hanya orang yang bisa mencintai orang lainlah yang bisa mencintai diri sendiri. Egoisme berarti menolak setiap perhatian otentik terhadap orang lain.
Jika kita mencintai Tuhan, bukan berarti kita mengasingkan diri dari diri sendiri. St. Agustinus berkata, Tuhan adalah pokok pangkal kepribadian kita masing-masing.
Tuhan adalah transenden dan imanen. Dia melampaui segala sesuatu dan selalu dekat dengan kita. Ia adalah dasar dalam mana semua manusia saling berkomunikasi.
KEBEBASAN
JIWA DAN KEBEBASAN
Eksistensi jiwa dalam tubuh memampukan manusia untuk menghadirkan diri secara penuh di dunia dan memampukan manusia menentukan perbuatannya. Dalam fungsi menentukan perbuatan, jiwa berhubungan dengan kehendak bebas. Karena jiwalah manusia menjadi makhluk bebas. Kebebasan merupakan kebutuhan mendasar manusia.
Erich Fromm, The Fear of Freedom 1960
Kebebasan tidak bisa lepas dari eksistensi manusia.
Pandangan Determinisme
Determinisme adalah aliran yang menolak kebebasan sebagai kenyataan hidup bagi manusia.
Seluruh kegiatan manusia di dunia berjalan menurut keharusan yang bersifat deterministik, misal:
-Determinisme fisik-biologis
-Determinisme psikologis
-Determinisme sosial
-Determinisme teologis
Pandangan Kebebasasan sebagai eksistensi manusia
Menyatakan kelemahan-kelemahan determinisme:
- Menyangkal sifat multidimensional dan paradoksal manusia
- Menyangkal bahwa manusia selalu melakukan evaluasi dan penilaian terhadap tindakannya
- Menafikan adanya tanggung jawab
Kebebasan sebagai eksistensi manusia, apa argumennya ?
- Manusia hidup dalam "kemungkinan dapat", dan selalu berhadapan dengan pilihan berbeda yang memiliki bobot masing-masing
- Adanya tanggung jawab. Bagaimana bila semua orang melakukan semaunya sendiri? Hanya mereka yang bebaslah yang dapat bertanggung jawab.
- Makna perbuatan moral ada pada kebebasan
APA ARTI KEBEBASAN ?
- Pengertian umum
- Kebebasan adalah kebebasan negatif, tidak ada hambatan (paksaan, halangan, aturan)
- Pengertian khusus
- Kebebasan merupakan penyempurnaan diri (filsafat proses Whitehead).
- Kesanggupan memilih dan memutuskan
- Kebebasan eksistensial: Manusia bebas memilih demi dirinya sendiri
- Merupakan kemampuan untuk mengungkapkan berbagai dimensi kemanusiaan
JENIS-JENIS KEBEBASAN
- Horizontal -> kesenangan, kesukaan, spontan, pertimbangan intelektual
- Vertikal -> pilihan moral, pertimbangan tujuan, tingkatan nilai
- Eksistensial -> positif, lambang martabat manusia
- Sosial -> terkait dengan orang lain
Nilai humanistik dalam kebebasan eksistensial:
- melibatkan pertimbangan
- mengedepankan nilai kebaikan
- menghidupkan otonomi, terutama bagi diri sendiri
- menyertakan tanggung jawab
Kebebasan sosial dibatasi dalam hal fisik, psikis dan normatif, alasannya:
- menyertakan pengertian
- memberi ruang bagi kebebasan eksistensial
- menjamin pelaksanaan keadilan bagi masyarakat
- terkait dengan hakikat manusia sebagai makhluk sosial
SEJARAH PERKEMBANGAN MASALAH KEBEBASAN
- Filsafat Yunani tidak memberikan jawaban yang memuaskan karena:
- Ada pandangan bahwa semua hal ditentukan oleh "nasib"
- Masih kental dengan mitos tentang para dewa
- Menurut pemikiran Yunani, manusia adalah bagian dari alam, maka manusia harus mengikuti hukum umum yang mengaturnya
- Manusia terpengaruh oleh sejarah yang bergerak secara siklis
- Zaman abad pertengahan
- Kebebasan dilihat dalam prospektif Teosentrik (ke-Tuhanan)
- Zaman modern
- Teosentrik digantikan oleh Antroposentrik (ke-manusiaan)
- Zaman kontemporer (zaman kini atau postmodernisme)
- Kebebasan dipermasalahkan dari sudut pandang sosial
- Kebebasan dalam pemikiran Timur
- Membebaskan diri dari kendala keinginan egoistik dan dari kecemasan untuk mencapai kesatuan dan pengendalian diri
FILSAFAT 7 (KAMIS, 25 SEPTEMBER 2014)
FILSAFAT MANUSIA : JIWA DAN BADAN
Badan dan Jiwa adalah satu kesatuan yang membentuk pribadi manusia.
Ada dua aliran yang melihat badan dan jiwa secara bertolak belakang, yaitu :
A. Monoisme
Monoisme adalah aliran yang menolak pandangan bahwa badan dan jiwa merupakan dua unsur yang terpisah. 3 unsur bentuk aliran :
Badan dan Jiwa adalah satu kesatuan yang membentuk pribadi manusia.
Ada dua aliran yang melihat badan dan jiwa secara bertolak belakang, yaitu :
A. Monoisme
Monoisme adalah aliran yang menolak pandangan bahwa badan dan jiwa merupakan dua unsur yang terpisah. 3 unsur bentuk aliran :
- meterialisme : materi sebagai dasar segala hal
- teori identitas : ,emgakui aktivitas mental manusia
- idealisme : ada hal yang tidak dapat diterangkan semata berdasarkan materi, seperti pengalaman, nilai dan norma.
B. Dualisme
Dualisme merupakan badan dan jiwa adalah dua elemen yang berbeda dan terpisah. Perbedaan itu ada di dalam objek dan pengertian. Ada empat caban,yaitu :
- interaksionisme : fokus pada hubungan timbal balik antara badan dan jiwa
- okkosionalisme : memasukkan dimensi ilahi dalam hubumgan badan dan jiwa
- pararelisme : sistem kejadian ragawi terdapat di alam, sistem kejadian jiwa di dalam jiwa manusia.
- epifenomenalisme : melihat hubungan badan dan jiwa dari fungsi saraf.
Badan Manusia
- Badan adalah elemen mendasar dalam membentuk pribadi manusia.
- Pandanga tradisional badan = kumpulan berbagai entitas material yang membentuk makhluk. Mekanisme gerak badan bersifat mekanistik.
- Hakikat badan terletak pada aktivitas yang terjadi dalam badan
Jiwa Manusia
- Pandangan tradisional jiwa = makhluk halus, tidak bisa ditangkap indera.
- Jiwa harus dipahami sebagai kompleksitas kegiatan mental manusia.
- James Pratt, empat hal kemampuan dasar jiwa :
- menghasilkan kualitas penginderaan
- mampu menghasilkan makna yang berasal dari penginderaan khusus
- mampu memberi tanggapan pada hasil penginderaan
- memberi tanggapan pada proses dalam pikiran dan kebaikan
- Agustinus : manusia hanya bisa melakukan penilaian terhadap tindakannya karena dorongan dari jiwa.
Kesimpulan
Realitas manusia adalah realitas prinsipal, terbentuk dari 2 elemen, yaitu material dan spiritual.
Badan dan jiwa adalah satu kesatuan yang membentuk eksistensi manusia.
Jiwa tak berfungsi jika tak ada badan. Badan manusia bukan mekanistik, tapi dinamika dari jiwa itu sendiri.
BIPOLAR
Perkenalkan kami adalah BIPOLAR.
BIPOLAR beranggotakan : Lukas, Dicka, Rafael, Sahna, Pingkan, Saras, Veronika, dan Marcelia.
Pada awalnya kita tidak begitu kenal, namun karena dipersatukan dalam kelompok ini maka kita menjadi kenal satu sama lain.
Oh ya, kelompok kami diketuai oleh Dicka.
Menurut saya, kelompok ini sangat kompak dan cukup cerewet semuanya hihihi
Jika berkumpul bersama, kalian tidak akan kehabisan topik obrolan loh.
Namun disisi lain, mereka juga cukup cerdas.
Dan kami semua akan melakukan yang terbaik untuk BIPOLAR!
Kamis, 25 September 2014
FILSAFAT 6 (SELASA, 23 SEPTEMBER 2014)
FILSAFAT MANUSIA
Definisi
Definisi
Bagian filsafat yang mengupas apa arti manusia/menyoroti hakikat atau esensi manusia
.
Memikirkan tentang asal-usul kehidupan manusia (origin of human
life), hakikat hidup manusia (the nature of
human
life), dan realitas eksistensi manusia.
Metode Filsafat Manusia
refleksi, analisa transendental dan sintesa, ekstensif, intensif dan kritis.
Objek Filsafat Manusia
-Objek material: manusia.
-Objek formal: esensi manusia, strukturnya yang fundamental.
Struktur fundamental bukan fisik melainkan struktur metafisik yakni intisari, struktur dasar, bentuk terpenting
manusia, dinamisme primordial manusia yang diketahui melalui daya pikir, bukan penginderaan.
"Apa saja yang dipelajari dalam filsafat manusia?"
Inilah yang dipelajari dalam filsafat manusia :
-Mencari kekhasan manusia
-Manusia sebagai “ada-di-dunia”
-Evolusi
-Antarsubyektivitas (sosialitas manusia)
-Manusia sebagai eksistensi bertubuh
-Transendensi
-Manusia sebagai roh
-Pengetahuan manusia
-Kebebasan
-Kesejarahan/historisitas
-kebudayaan, sains dan teknologi
-Dimensi antropologis dari pekerjaan
-Manusia sebagai pribadi/persona
-Kematian dan harapan
FILSAFAT 5 (SENIN, 22 SEPTEMBER 2014)
KESESATAN PEMIKIRAN (FALLACIA)
Kata fallacia memiliki arti yaitu kesalahan pemikiran dalam logika bukan kesalahan fakta tapi kelasahan atas kesimpulan karena penalaranyang tidak sehat. Fallacia diklasifikasikan dalam dua jenis kesesatan yaitu :
Kata fallacia memiliki arti yaitu kesalahan pemikiran dalam logika bukan kesalahan fakta tapi kelasahan atas kesimpulan karena penalaranyang tidak sehat. Fallacia diklasifikasikan dalam dua jenis kesesatan yaitu :
- Kesesatan Formal : pelanggaran terhadap kaidah logika
- Kesesatan Informal : menyangkur kesesatan dalam bahasa
Macam-Macam Fallacia
- amfibioli : sesat karena struktur kalimat bercabang.
- kesesatan aksen/prosodi : sesat karena penekanan yang salah dalam pembicaraan.
- kesesatan bentuk pembicaraan : sesat karena menyimpulkan kesamaan konstruksi juga berlaku bagi yang lain
- kesesatan aksiden : yang aksidental dikacaukan dengan hal yang hakiki
- kesesatan karena alasan yang salah : konklusi ditarik dari premis yang tidak relevan.
Kesesatan Presumsi
- generalisasi tergesa-gesa
- non sequitur (belum tentu)
- analogi palsu
- penalaran melingkar (petitio principii)
- deduksi cacat
- pikiran simplitis
Menghindari Persoalan
- argumentum ad hominem
- argumentum ad populum
- argumentum ad misericordiam
- argumentum ad baculum
- argumentum ad auctoritatem
- argumentum ad ignrantiam
- argumen untuk keuntungan seseorang
- non causa pro causa
Kesesatan Retoris
- Eufemisme/disfemisme
- penjelasan retorik
- stereotipe
- innuendo
- loading question
- weaseler
- downplay
- lelucon/sindiran
- hiperbola
- pengadaian bukti
- dilema semu
SILOGISME
Silogisme adalah suatu simpulan di mana dari dua putusan (premis-premis) disimpulkan suatu putusan yang baru. Prinsip silogisme adalah bila premisnya benar, maka kesimpulannya benar. Ada dua macam silogisme yaitu silogisme kategoris dan silogisme hipotetis.
1. Silogisme Kategoris
Silogisme Kategoris adalah silogisme yang premis dan simpulannya adalah putusan kategoris.
M-P : Semua tumbuhan membutuhkan air.
S-M : Akasia adalah tumbuhan
S-P : Akasia membutuhkan air.
Silogisme kategoris tunggal: mempunyai dua premis, terdiri atas 3 term S, P, M.
Contoh: Lingkaran adalah bentuk bundar (S). Segitiga bukan bentuk bundar (P). Segitiga bukan lingkaran (M).
Silogisme kategoris majemuk: bentuk silogisme yang premis-premisnya sangat lengkap, lebih dari tiga premis.
Jenis:
- Epicherema: silogisme yang salah satu.kedua premisnya disertai alasan.
- Enthymema: silogisme yang dalam penalarannya tidak mengemukakan semua premis secara eksplikit.
- Polisilogisme: deretan silogisme dimana simpulan silogisme yang satu menjadi premis untuk silogisme yang lainnya.
- Sorites: silogisme yang premisnya lebih dari dua. Putusan-putusan itu dihubungkan satu sama lain sedemikian sehingga predikat dari putusan yang satu jadi subjek putusan berikutnya.
ETIKA DAN MORAL
Etika
Etika berasal dari bahasa Yunani yaitu "ethos" yang berarti watak. Sedangkan, moral bersal dari kata latin yaitu "mos" (tunggal) dan "moris" (jamak) yang artinya kebiasaan. Etika adalah cabang filsafat yang berbicara tentang nilai dan norma moral yang menentukan perilaku manusia dalam hidupnya. Etika sangat menekankan pendekatan yang kritis dalam melihat dan menggumuli nilai dan norma moral tersebut serta permasalahan-permasalahan yang timbul dalam kaitan dengan nilai dan norma-norma itu. Etika berperan untuk menghimbau orang untuk bertindak sesuai dengan moralitas,tetapi bukan karena tindakan itu diperintahkan oleh moralitas tetapi karena orang itu sadar bahwa hal itu memang baik baginya. Etika juga membantu manusia untuk bertindak secara bebas dan dapat dipertanggungjawabkan.
Etika ada dua macam, yaitu :
- Etika Perangai : Adat istiadat atau kebiasaan yang menggambarkan perangai manusia dalam hidup bermasyarakat di daerah-daerah tertentu,pada waktu tertentu pula. Contoh : pakaian adat dan upacara adat.
- Etika moral : berkenan dengan kebiasaan berperilaku baik dan benar berdasarkan kodrat manusia. Contoh : berkata dan berbuat jujur.
Etika dibagi menjadi tiga kajian ilmu:
- Etika normatif: mempelajari secara kritis dan metodis norma-norma yang ada, untuk dapat norma dasar yang dapat dipertanggungjawabkan. Maka sebagai ilmu, etika bersifat kritis dan metodis.
- Etika Fenomenologis: mempelajari secara kritis dan metodis gejala-gejala moral seperti suara hati kesadaran moral, kebebasan, tanggung jawab, norma-norma, dsb
- Etika deskriptif: berusaha meneropong secara kritis dan rasional sikap dan pola prilaku manusia dan apa yang dikejar oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai.
Moral
Arti moral secara umum:
Moral adalah norma (biasanya dirumuskan dalam bentuk perintah dan larangan) untuk menata sikap batin dan perilaku lahiriah.
Moral dibagi dua: moral filosofis dan moral teologis
-Moral filosofis didasarkan pada penalaran akal budi dan pengamata. Mis: moral pancasila.
-Moral Teologis didasarkan pada wahyu atau kitab suci yang ditafsirkan oleh otoritas instansi agama.
Senin, 22 September 2014
FILSAFAT 4 (19 SEPTEMBER 2014)
Haloooo! Pada kali ini saya akan membagikan materi kuliah saya pada hari Jumat (19 September 2014). Hari ini merupakan hari yang cukup berat karena harus kuliah sampe sore karena adanya jam tambahan. Saya akan mempost semua materi saya sekaligus yaaa.
Silakan menyimak post saya ya ^^
Subjektivisme dan Objektivisme
Subjektivisme
Subjektivisme merupakan pengetahuan yang dipahami sebagai keyakinan yang dianut oleh masyarakat. Pandangan ini didukung oleh beberapa tokoh dan kaum,yaitu :
1. Rene Descartes
"cogito ergo sum cogitans" (saya berpikir maka saya adalah pengada yang berpikir) itu adalah kalimat yang menjadi ciri khas Descartes. Descartes adalah tokoh yang menolak skeptisme dan dia adalah seorang rasionalis (yang menggunakan pikiran sebagai sumber utama tentang kebenaran pengetahuan). Menurutnya kebenaran bukan karena indera yang dapat diandalkan, tetapi karena keyakian Tuhan yang menciptakan indera pada manusia yang tidak mungkin menipu. Kenyataan bukti keyakinan akan adanya dunia luar atau "yang bukan aku" kurang meyakinkan dibandingkan bukti yang tersedia bagi adanya subjek atau "aku". Keberadaan sesuatu di luar atau "yang bukan aku" hanya dapat disimpulkan secara tidak langsung dari kebenaran dan pengetahuan mengenai diri sendiri. Kesadaran diri sendiri merupakan hasil dari suatu proses bertahap melalui pengalaman pergulatan dengan dunia luar.
2. Realisme Epistemologis
Kaum ini berpendapat bahwa kesadaran menghubungkan saya dengan "apa yang lain" dari diri saya.
3.Idealisme Epistemologis
Kaum ini berpendapat bahwa setiap tindakan mengetahii berakhir di dalam suatu ide yang merupakan suatu peristiwa subjektif murni.
Banyak filsuf sesudah Descartes mengandaikan bahwa satu-satunya hal yang dapat kita ketahui dengan pasti adalah diri kita sendiri dan kegiatan sadar kita.
Ciri-ciri subjektivisme
- Mengagas pengetahuan sebagai suatu keadaan mental yang khusus.
- Pengalaman subjektif sebagai titik tolak pengetahuan dari data inderawi diri sendiri.
- Prinsip subjektif tentang alasan cukup,karena pengalaman bersifat personal,benar secara pasti dan meyakinkan karena berlaku sebagai pengetahuan langsung dari subjek.
Objektivisme
Objektivisme merupakan pandangan bahwa objek yang dipresepsikan melalui perantara indera itu ada dan bebas dari kesadaran manusia. Objektivisme dapat diartikan juga sebagai pandangan yang menganggap bahwa segala sesuatu yang dipahami adalah tidak tergantung pada orang yang memahami. Ada 3 pandangan dasar objektivisme,yaitu :
1. Kebenaran itu independen terlepas dari pandangan subjektif.
2. Kebenaran itu datang dari bukti faktual.
3. Kebenaran hanya bisa disadari dari pengalaman inderawi.
Objek itu bersifat "umum" dalam arti bahwa objek yang sama dipresepsikan oleh pengamat yang jumlahnya tidak terbatas,dan objek itu bersifat permanen baik untuk dipresepsikan ataupun tidak. Untuk mempercayai kebenaran kesaksian inderawi, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi :
a. Objek harus sesuai dengan jenis indera kita.
b. Organ indera harus normal dan sehat.
c. Karena objek yang ditangkap melalui medum,maka medium itu harus ada.
Objek dibagi menjadi dua tipe yaitu, khusus dan umum.
- Objek khusus merupakan daya yang ditangkap hanya oleh sati indera. Misalnya warna, suara, atau bau.
- Objek umum merupakan data yang dapat ditangkap oleh lebih dari satu indera. Misalnya keluasan dan gerakan yang dapat dilihat dan diraba oleh indera lainnya.
Subtansi Filsafat Ilmu : Konfirmasi, Inferensi dan, Konstruksi Teori
Konfirmasi
berasal dari kata confirmation (inggris) yaitu penegasan atau memperkuat. Konfirmasi berhubungan dengan filsafat ilmu,maka fungsi ilmu pengetahuan adalah menjelaskan, menegaskan, menegaskan, memperkuat apa yang didapat dari kenyataan atau fakta. Ada dua aspek konfirmasi, yaitu:
- Konfirmasi Kuantitatif : untuk memastikan kebenaran,ilmu pengetahuan mengemukakan konfirmasi aspek kuantitatif
-Konfirmasi Kualitatif : untuk menunjukan kebenaran.Karena konfirmasi kuantitatif tidak bisa dilaksanakan,maka harus menjalankan konfirmasi ini.
Konfirmasi berupaya untuk mencari hubungan yang normatif antara hipotesis yang sudah diambil dengan fakta-fakta.
Konfirmasi diabgi menjadi 3 jenis,yaitu :
1. decision theory
Kepastian berdasarkan keputusan "apakah hubungan antara hipotesis dengan fakta punya manfaat aktual?"
2. estimation theory
Menetapkam kepastian dengan memberi peluang benar-salah melalui konsep probabilitas.
3. reliability theory
menetapkan kepastian dengan mencermati stabilitas fakta yang berubah-ubah terhadap hipotesis.
Inferensi
Inferensi diartikan sebagai suatun proses penarikan konklusi dari satu atau lebih proposisi (keputusan). Inferansi bertolak dari pengetahuan yang sudah dimiliki bergerak ke pengetahuan baru. Dalam logika, proses penarikan kesimpulan dapat dilakukan dengan dua cara,yaiutu deduktif dan induktif.
1. Inferensi Deduktif
Inferensi deduktif dibagi menjadi dua jenis yaitu langsung dan tidak langsung.
Periode Perkembangan ilmu Pengetahuan
Logika
Logika bersasal dari bahasa Yunani, yaitu logikos (sesuatu yang diungkapkan lewat bahasa). Pertama kali istilah itu digunakan oleh Zeno dari Citium 9334-262 SM). Logika merupakan cabang filsafat yang mempelajari,menyusun, dan membahas asas-asas atau aturan formal serta kriteria yang sahih bagi penalaran dan penyimpulan untuk mencapai kebenaran yang dapat dipertanggungjawabkan secara rasional.
Logika juga merupakan ilmu pengetahuan. logika juga merupakan suatu keterampilan untuk menerapkan hukum-hukum pemikiran dalam praktek.
Objek Logika
Logika Material atau Isi (logika mayor)
Logika material membahas tentang kebenaran isi. sebuah argumen dikatakan mempunyai kebenaran isi bila pernyataan-pernyataan yang membentuk sesuai dengan kenyataan.
Logika (Critical Thinking)
Berpikir kritis adalah merasionalkan kehidupan manusia dan secara hati-hati mengamati atau memeriksa proses berpikir sebagai dasar untuk mengklarifikasi dan memperbaiki pemahaman tentang sesuatu. Pemeriksaan atas suatu asumsi tentang bukti terbaru dan menginterpretasikan dan mengevaluasi argumen dalam rangka menegakkan kesimpulan atas suatu persfektif baru.
Karakterisrik Berpikir Kritis
Silakan menyimak post saya ya ^^
Subjektivisme dan Objektivisme
Subjektivisme
Subjektivisme merupakan pengetahuan yang dipahami sebagai keyakinan yang dianut oleh masyarakat. Pandangan ini didukung oleh beberapa tokoh dan kaum,yaitu :
1. Rene Descartes
"cogito ergo sum cogitans" (saya berpikir maka saya adalah pengada yang berpikir) itu adalah kalimat yang menjadi ciri khas Descartes. Descartes adalah tokoh yang menolak skeptisme dan dia adalah seorang rasionalis (yang menggunakan pikiran sebagai sumber utama tentang kebenaran pengetahuan). Menurutnya kebenaran bukan karena indera yang dapat diandalkan, tetapi karena keyakian Tuhan yang menciptakan indera pada manusia yang tidak mungkin menipu. Kenyataan bukti keyakinan akan adanya dunia luar atau "yang bukan aku" kurang meyakinkan dibandingkan bukti yang tersedia bagi adanya subjek atau "aku". Keberadaan sesuatu di luar atau "yang bukan aku" hanya dapat disimpulkan secara tidak langsung dari kebenaran dan pengetahuan mengenai diri sendiri. Kesadaran diri sendiri merupakan hasil dari suatu proses bertahap melalui pengalaman pergulatan dengan dunia luar.
2. Realisme Epistemologis
Kaum ini berpendapat bahwa kesadaran menghubungkan saya dengan "apa yang lain" dari diri saya.
3.Idealisme Epistemologis
Kaum ini berpendapat bahwa setiap tindakan mengetahii berakhir di dalam suatu ide yang merupakan suatu peristiwa subjektif murni.
Banyak filsuf sesudah Descartes mengandaikan bahwa satu-satunya hal yang dapat kita ketahui dengan pasti adalah diri kita sendiri dan kegiatan sadar kita.
Ciri-ciri subjektivisme
- Mengagas pengetahuan sebagai suatu keadaan mental yang khusus.
- Pengalaman subjektif sebagai titik tolak pengetahuan dari data inderawi diri sendiri.
- Prinsip subjektif tentang alasan cukup,karena pengalaman bersifat personal,benar secara pasti dan meyakinkan karena berlaku sebagai pengetahuan langsung dari subjek.
Objektivisme
Objektivisme merupakan pandangan bahwa objek yang dipresepsikan melalui perantara indera itu ada dan bebas dari kesadaran manusia. Objektivisme dapat diartikan juga sebagai pandangan yang menganggap bahwa segala sesuatu yang dipahami adalah tidak tergantung pada orang yang memahami. Ada 3 pandangan dasar objektivisme,yaitu :
1. Kebenaran itu independen terlepas dari pandangan subjektif.
2. Kebenaran itu datang dari bukti faktual.
3. Kebenaran hanya bisa disadari dari pengalaman inderawi.
Objek itu bersifat "umum" dalam arti bahwa objek yang sama dipresepsikan oleh pengamat yang jumlahnya tidak terbatas,dan objek itu bersifat permanen baik untuk dipresepsikan ataupun tidak. Untuk mempercayai kebenaran kesaksian inderawi, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi :
a. Objek harus sesuai dengan jenis indera kita.
b. Organ indera harus normal dan sehat.
c. Karena objek yang ditangkap melalui medum,maka medium itu harus ada.
Objek dibagi menjadi dua tipe yaitu, khusus dan umum.
- Objek khusus merupakan daya yang ditangkap hanya oleh sati indera. Misalnya warna, suara, atau bau.
- Objek umum merupakan data yang dapat ditangkap oleh lebih dari satu indera. Misalnya keluasan dan gerakan yang dapat dilihat dan diraba oleh indera lainnya.
Subtansi Filsafat Ilmu : Konfirmasi, Inferensi dan, Konstruksi Teori
Konfirmasi
berasal dari kata confirmation (inggris) yaitu penegasan atau memperkuat. Konfirmasi berhubungan dengan filsafat ilmu,maka fungsi ilmu pengetahuan adalah menjelaskan, menegaskan, menegaskan, memperkuat apa yang didapat dari kenyataan atau fakta. Ada dua aspek konfirmasi, yaitu:
- Konfirmasi Kuantitatif : untuk memastikan kebenaran,ilmu pengetahuan mengemukakan konfirmasi aspek kuantitatif
-Konfirmasi Kualitatif : untuk menunjukan kebenaran.Karena konfirmasi kuantitatif tidak bisa dilaksanakan,maka harus menjalankan konfirmasi ini.
Konfirmasi berupaya untuk mencari hubungan yang normatif antara hipotesis yang sudah diambil dengan fakta-fakta.
Konfirmasi diabgi menjadi 3 jenis,yaitu :
1. decision theory
Kepastian berdasarkan keputusan "apakah hubungan antara hipotesis dengan fakta punya manfaat aktual?"
2. estimation theory
Menetapkam kepastian dengan memberi peluang benar-salah melalui konsep probabilitas.
3. reliability theory
menetapkan kepastian dengan mencermati stabilitas fakta yang berubah-ubah terhadap hipotesis.
Inferensi
Inferensi diartikan sebagai suatun proses penarikan konklusi dari satu atau lebih proposisi (keputusan). Inferansi bertolak dari pengetahuan yang sudah dimiliki bergerak ke pengetahuan baru. Dalam logika, proses penarikan kesimpulan dapat dilakukan dengan dua cara,yaiutu deduktif dan induktif.
1. Inferensi Deduktif
Inferensi deduktif dibagi menjadi dua jenis yaitu langsung dan tidak langsung.
- Inferensi langsung adalah oenarikan kesimpulan hanya dari sebuah premis. Premis yaitu data, bukti, atau dasar pemikiran yang menjamin terbentuknya kesimpulan. Kesimpulan yang ditarik tidak boleh lebih luas dari premisnya.
- Inferensi tidak langsung (silogistik) adalah penarikan kesimpulan dengan menggunakan dua premis. Konklusi tidak lebih umum daripada premis-premisnya. Premis-Premis merupakan proposisi yang diguakan untuk membuat konklusi. Proposisi-proposisi yang menjadi premis-premis dalam suatu silogisme disebut antesendens,sedangkan proposis yang digunakan menjadi konklusi disebut konsekuens.Predikat konklusi disebut term mayor dan subjeknya disebut term minor.
Hukum Inferensi :
- kalau premis-premis benar,maka kesimpulan benar.
- kalau premis-premis salah, maka kesimpulan bisa salah atau kebetulan benar.
- bila kesimpulan salah, premisnya juga salah.
- bila kesimpulan benar, maka premisnya bisa benar dan bisa juga salah.
Konstruksi teori
Kata teori berarti model atau kerangka pikiran yang menjelaskan fenomena alami atau sosial tertentu. Teori dapat dirumuskan, dikembangkan, dan dievaluasi menurut metode ilmiah. Arti teori dibagi menjadi dua kutu, yaitu :
- kutub 1 : Teori sebagai hukum eksperimental.
- kutub 2 : teori sebagai hukum yang berkualitas normal.
Periode Perkembangan ilmu Pengetahuan
- Animisme : fase percaya pada mitos
- ilmu empiris : tolak ukur ilmu paling sederhana adalah (a) pengalaman, (b) klasifikasi, (c) penemuan hubungan-hubungan, (d) perkiraan kebenaran.
- ilmu teoritis : gejala yang ditimbulkan dan ilmu empiris diterangkan dengan kerangka pemikiran.
3 Model Konstruksi teori
- Korespondensi : kebenaran sesuatu dibuktikan dengan menemukan relevansi dengan yang lain
- koherensi : sesuatu dipandang benar bila sesuai dengan moral tertentu. Mementingkan kesesuaian antara kebenaran objektif dan kebenaran moral/nilai.
- paradigmatis : konsep kebenaran ditata menurut pola hubungan yang beragam,menyederhanakan yang kompleks.
Aliran dalam Konstruksi Teori
- reduksionisme : teori itu suatu pernyataan yang abstrak, tidak dapat diamati secara empiris dan tidak dapat diuji secara langsung
- instrumentalisme : teori adalah instrumen bagi pernyataan observasi agar terarah dan terkonstruksi.
- realisme : teori dianggap benar bila real secara subtantif ada bukan fiktif.
Logika
Logika bersasal dari bahasa Yunani, yaitu logikos (sesuatu yang diungkapkan lewat bahasa). Pertama kali istilah itu digunakan oleh Zeno dari Citium 9334-262 SM). Logika merupakan cabang filsafat yang mempelajari,menyusun, dan membahas asas-asas atau aturan formal serta kriteria yang sahih bagi penalaran dan penyimpulan untuk mencapai kebenaran yang dapat dipertanggungjawabkan secara rasional.
Logika juga merupakan ilmu pengetahuan. logika juga merupakan suatu keterampilan untuk menerapkan hukum-hukum pemikiran dalam praktek.
Objek Logika
- material : manusia itu sendiri
- formal : kegiatan akal budi untuk melakukan penalaran yang tepat yang tampak melalui ungkapan pikiran melalui bahasa.
Manfaat Belajar logika
- membantu setiap orang untuk mampu berpikir kritis, rasional, dan metodis
- kemampuan meningkatkan kemampuan benalar zecara abstrak
- mampu berdiri lebih tajam dan mandiri
- menambah kecerdasan berpikir, sehingga bisa menghindari kekeliruan dan kesesatan dalam menarik kesimpulan.
Macam-Macam Logika :
- Logika kodrati : suatu suasana saat akal budi bekerja menurut hukum logika secara spontan
- logika ilmiah : berusaha mempertajam akal budi manusia agar dapat bekerja lebih teliti atau tepat, sehinggal dapat menghindari kekesatan.
Logika formal (logika miror)
Logika formal berbicara tentang kebenaran bentuk. sebuah argumen dikatakan mempunyai kebenaran bektu, bila konklusinya ditarik secara logis dari premis atau titik pangkalmya dengan mengabaikan isi yang terkandung dalam argumen tersebut. Yang harus diperhatikan adalah penyusunan pernyataan-pernyataan yang menjadi premis atau dasar pennyimpulan.
Logika Material atau Isi (logika mayor)
Logika material membahas tentang kebenaran isi. sebuah argumen dikatakan mempunyai kebenaran isi bila pernyataan-pernyataan yang membentuk sesuai dengan kenyataan.
Logika (Critical Thinking)
Berpikir kritis adalah merasionalkan kehidupan manusia dan secara hati-hati mengamati atau memeriksa proses berpikir sebagai dasar untuk mengklarifikasi dan memperbaiki pemahaman tentang sesuatu. Pemeriksaan atas suatu asumsi tentang bukti terbaru dan menginterpretasikan dan mengevaluasi argumen dalam rangka menegakkan kesimpulan atas suatu persfektif baru.
Karakterisrik Berpikir Kritis
- Rasional,Reasonable,Refleksi : berdasarkan asalan dan bukti bukan atas dasar keinginan pribadi.
- Melibatkan Skeptiscm yang sehat dan konstruktif : tidak menerima atau menolak ide dan menaati peraturan setelah berpikir panjang dengan mencari pemahaman, merasionalkannya, mengikuti yang yang masuk akal, dan memperbaiki yang tidak masuk akal.
- Otonomi : tidak mudah dimanupulasi, berpikir dengan pikiran sendiri
- Kreatif : menciptakan ide yang orisinal dengan cara menghubungkan pemikiran dan konsep
- Adil : tidak berpihak
- Dapat dipercaya dan dilakukan : memutuskan tindakan yang dilakukan, membuat observasi yang dapat dipercaya,mengatasi masalah dan mengevaluasi kebijakan, tuntunan dan tindakan.
Pemikiran Kritis di Psikologi akan mempraktekkan Keterampilan Kognitif dalam :
- Analisa
- Aplikasi Standar
- Diskriminasi
- Pencarian Informasi
- Pembuatan alasan logis
- Prediksi
- Transformasi pengetahuan
5 Model Berpikir Kritis
T : Total Recall
H : Habits
I : Inqurity
N : New ideas and Creativity
K : Knowing how you think
Logika Deduktif dan Induktif
Logika Induktif
Logika induktif adalah cara kerja ilmu pengetahuan yang bertolak belakang degan sejumlah proposisi tunggal/partikular tertentu untuk menarik kesimpulan umum tertentu. Berdasarkan fakta dapat dirumuskan kesimpulan umum. Namun, kesimpulan umum harus dianggap sebagai bersifat sementara karena ciri dasar induktif selalu tidak lengkap. Argumentasi dalam penalaran induktif tidak dinilai sebagai sahih/valid atau invalid, tapi berdasarkan probabilitas.
Cara penalaran Induktif
Proses induksi mulai berdasar kejadian-kejadian atau gejalala partikular. Tiga ciri penalaran induktif :
- Premis penal induktif : proposisi empiris yang ditangkap indera
- Kesimpulan dalam penalaran induksi lebih luas daripada apa yang dinyatakan dalam premis
- Meski kesimpulan tidak mengikat, tapi manusia menerimanya.
Ciri Penalaran Induksi
- premis-premis dalam penalaran induksi merupakan proposisi empiris yang berhubungan langsung dengan observasi indera. Indera menangkap dan akal menerima.
- kesimpulan dalam penalaran induksi lebih luas daripada apa yang dinyatakan di dalam premis-premisnya.
- meskipun kesimpulan induksi itu tidak mengikat, tetapi manusia yang normal akan menerimanya, kecuali apabila ada alasan untuk menolaknya. Jadi, dapat dikatakan bahwa kesimpulan induksi itu memiliki kredibilitas rasional yang disebut probabilitas.
Generalisasi Induktif
Generalisasi induktif adalah proses berdasarkan pengamatan atas gejala dengan sifat tertentu untuk menarik kesimpulan tentang semua. Prinsip generalisasi induktif yaitu apa yang terjadi beberapa kali dalam kondisi tertentu dapat diharapkan akan selalu terjadi bila kondisi yang sama terpenuhi. Beberapa syarat membuat generalisasi :
- tidak terbatas secara numerik,tidak boleh terikat pada jumlah tertentu
- tidak terbatas secara spasio temporal, harus berlaku di mana saja
- dapat dijadikan dasar pengadaian.
Analogi Induktif
Analogi induktif adalah proses penalaran untuk menarik kesimpulan tentang kebenaran suatu gejala khusus berdasarkan kebenaran gejala khusus yang lain yang punya sifat esensial yang sama. Analogi induktif berbicara tentang dua hal yang berlainan dan dua hal yang berlainan tersebut dibandingkan. Dalam melakukan perbandingan ada dua hal yang perlu diperhatikan yaitu, persamaan dan perbedaan.
Prinsip dasar prnalaran analogi induktif adalah "karena hal d analog dengan a, b, c, maka apa yang berlaku bai a, b, dan c dapat diharapkan berlaku juga untuk d".
Bedanya dengan generelisasi yaitu di mana konklusinya berupa proposi universal,sedangkan penalaran induksi konklusinya lebih luas daripada premis-premisnya.
Faktor Probabilitas
Tinggi rendahnya probabilitas induksi dipengaruhi oleh :
- faktor fakta
- faktor analogi
- faktor disanalogi
- faktor luas konklusi
Kesesatan Generalisasi/Analogi
Selain faktor-faktor objektif,tinggi rendahnya pbobabilitas suatu penalaran juga dipengaruhi faktor-faktor subjektif. Faktor subjektif biasanya muncul dalam penalaran seseorang yang keberadaanya tidak disadari. Ada beberapa faktor yang menyebabkan kesesatan dalam penalaran induktif, yaitu :
- tergesa-gesa
- ceroboh
- prasangka
Hubungan Sebab-Akibat
Hubungan sebab-alibat antara peristiwa-peristiwa dapat terjadi dalam tiga pola,yaitu
- pola dari sebab ke akibat
- pola dari akibat ke sebab
- pola dari akat ke akibat
Logika Deduktif
Deduktif merupakan suatu proses tertentu dalam proses itu akal budi kita menyimpulkan pengetahuan yang lebih 'khusus' dari pengetahuan yang lebih 'umum'.Penalaran deduktif selalu diungkapkan salam bentuk silogisme. Silogisme meruupakan suatu jenis penarikan kesimpulan yang didasarkan pada premis-premis yang sudah diketahhui. Maksud dari premis-premis itu untuk memberikan bukti bahwa kesimpulan itu benar.
Premis-premis daru suatu argumentasi deduktif yang tepat berisi semua bukti yang dibutuhkan untuk membuktikan kebenaran suatu kesimpulan. Argumentasi deduktif dinilai lebih berdasarkan vaid atau tidak valid.
Apa yang dimaksud dengan kebenaran premis ?
Premis dianggap 'benar' apabila sesuai dengan realitas. Sebaliknya, premis dianggap salah jika tidak sesuai dengan realitas.
Ciri-ciri Silogisme
- semua pernyataannya adalah proposisi kategoris
- terdiri dari dua premis dan sebuah kesimpulan
- dua premis dan satu kesimpulan secara bersama-sama memuat tiga term (kata) yang berbeda dan masing-masing term tampak dalam dua dari tiga proposisi.
Induksi dan deduksi selalu berdampingan, keduanya selalu bersama-sama dan saling memuat. Persamaan induksi dan deduksi adalah argumentasi keduanya terdiri dari premis-premis yang mendukung kesimpulan. Sedangkan, perbedaannya adalah penalaran induksi yang tepat akan punya premis-premis benat tetapi kesimpulan salah,karena argumentasi penalaran induksi tidak membuktikan kesimpulan benar.Hal ini disebabkan oleh arguemtasi-argumentasi dalam penalaran induksi yang tidak membuktikan bahwa kesimpulan itu benar. Premis hanya menetapkan kesimpulan berisi suatu kemungkinan sebsb premis hanya mengandung sebagian dari bukti atau data yang dibutuhkan kesimpulan.
Nah teman-teman, itulah ringkasan materi saya pada pertemuan kali ini. Semoga bermanfaat yaa.
Silakan sampaikan kritik dan saran kalian ya ^^
hehehehe
Langganan:
Komentar (Atom)
