Senin, 06 Oktober 2014

FILSAFAT 10 (JUMAT, 3 OKTOBER 2014)

EKSISTENSIALISME JEAN-PAUL SARTRE

  Siapa Jean-Paul Sartre?

-Lahir di Paris 1905
-1929 menjadi guru
-1931-1936 dosen filsafat di Le Havre
-1941 menjadi tawanan perang
-1942-1944 dosen Loycee Pasteur
-Banyak menulis karya filsafat dan sastra.
-Dipengaruhi oleh Husserl dan Heidegger.




Pemikiran Filsafat Sartre


-Sulit menjabarkan pemikiran filsafat Sartre secara singkat.
-Bagi Sartre, manusia mengada dengan kesadaran sebagai dirinya sendiri.
Keberadaan manusia berbeda dengan keberadaan benda lain yang tidak
punya kesadaran.
-Untuk manusia eksistensi adalah keterbukaan, beda dengan benda lain
yang keberadaannya sekaligus berarti esensinyaBagi manusia eksistensi
mendahului esensi.
-Asas pertama untuk memahami manusia harus mendekatinya sebagai
subjektivitas. Apapun makna yang diberikan pd eksistensinya, manusia
sendirilah yang bertanggungjawab.

Komunikasi Dan Cinta

Komunikasi = suatu hal yangapriori tak mungkin tanpa adanya sengketa, karena setiap kali orang
menemui orang lain pada akhirnya akan terjadi saling objektifikasi, yang seorang 
seolah-olah membekukan orang lain. Terjadi saling pembekuan sehingga masing2 jadi objek.
Cinta = bentuk hubungan keinginan saling memiliki (objek cinta). Akhirnya cinta bersifat sengketa
karena objektifikasi yang tak terhindarkan.

FILSAFAT 10 (JUMAT, 3 OKTOBER 2014)

EKSISTENSIALISME KIRKEGAARD


Pengertian

-Aliran filsafat yang pokok utamanya adalah manusia dan cara beradanya yg khas di tengah
makhluk lainnya.
-Etimologis: ex= keluar, sistentia (sistere)=berdiri. Manusia bereksistensi = manusia baru
menemukan diri sebagai aku dengan keluar dari dirinya.

Beberapa tokoh filsafat yang menganut gaya eksistensialisme :
-Kierkegaard
-Edmund Husserl
-Martin Heidegger
-Gabriel Marcel
-Jean Paul Sartre


Ciri-Ciri Eksistensialisme

Motif pokok adalah eksistensi, cara manusia berada. Hanya manusia bereksistensi.
Bereksistensi hrs diartikan scr dinamis. Bereksistensi berarti menciptakan diri scr aktif, berbuat,
menjadi, merencanakan.
Manusia dipandang terbuka, belum selesai. Manusia terikat pada dunia sekitarnya, khususnya pada
sesamanya.
Memberi penekanan pada pengalaman konkrit.


Siapa Kirkegaard?

Soren Aabye Kierkegaard lahir di Kopenhagen, Denmark 15 Mei 1813. Belajar teologi di Univ.
Kopenhagen, tapi tidak selesai. Saat 3 saudara, ayah dan ibunya meninggal, ia mengalami krisis.
Sempat menjauh dari teman-teman dan agama.
Sempat bertunangan dengan Regina Olesn, tetapi tidak jadi menikah.
1849 kembali lagi ke agamanya (Kristen).
Meninggal 1855 sebagai orang religius dan dipandang sebagai tokoh di gerejanya.
Dia dikenal sebagai Bapak Eksistensialisme, aliran ini berkembang 50 setelah kematiannya.

Pokok-Pokok Ajaran Kirkegaard


-Eksistensi berarti bagi Kirkegaard :merealisir diri, mengikat diri dengan bebas, dan mempraktekkan
keyakinannya dan mengisi kebebasannya.
-Hanya manusia yang bereksistensi, karena dunia, binatang dan sesuatu lainnya hanya ‘ada’. Juga
Tuhan ‘ada’. Tapi manusia harus bereksistensi, yakni menjadi (dalam waktu) seperti ia (akan) ada
(secara abadi).
-Ada tiga cara bereksistensi: tiga sikap terhadap hidup, yaitu: sikap estetis(Merengguh sebanyak
mungkin kenikmatan, yang dikuasai oleh perasaan), sikap etis (Sikap menerima kaidah2 moral, suara
hati dan memberi arah pada hidupnya) dan sikap religius (Berhadapan dengan Tuhan, manusia
sendirian. Karena manusia religius percaya pada Allah, maka Allah memperlihatkan diriNya pada
manusia).

FILSAFAT 9 (KAMIS, 2 OKTOBER 2014)

Haiii semuanyaaaaa....
Hari ini merupakan pertemukan ke-9 dalam KBK Filsafat. Dan hari ini, para dosen mengajak kami untuk field trip ke Kampoeng Betawi.
Field trip ini dilaksanakan untuk mendalami lebih dalam materi kuliah loh, bukan refreshing :p
Di pagi hari, Pak Raja memberikan sedikit materi kuliah tentang etos kerja.

Perjalanan menuju Kampoeng Betawi kira-kira 50 menit. Kami berangkat berdasarkan kelas MKU, namun sayang kelas D harus dipisah.
Setibanya di Kampoeng Betawi, saya dan teman-teman yang lain di briefing mengenai acara pada hari itu. Kemudian kami makan siang, dan kami langsung mengerjakan tugas yang diberikan oleh dosen.
Hari itu kami diberi tugas untuk mewawancarai penduduk Kampoeng Betawi. Saya dan teman-teman kelompok saya kurang lebih mewawancarai 8 penduduk, termasuk RT Kampoeng Betawi.
Setelah itu, saya dan teman-teman berkuliner ria di sana.
Selesai field trip, saya merasa lelah. Namun, saya mendapatkan hasil dari kelelahan saya. Saya mendapat wawasan baru mengenai budaya Betawi.
Dan saya harap, di blok2 berikutnya akan diadakan field trip lagiii!!
Nih saya share foto2 saat field trip yaa :p






Minggu, 28 September 2014

Apakah Manusia Itu Bebas?

Hai semuaaa....
Pada post  ini saya akan menjawab pertanyaan "apakah manusia itu bebas?"

Menurut pendapat saya, manusia itu bisa dikatakan benar-benar bebas hanya dalam hal tertentu. Contoh, manusia bebas memilih agama, pekerjaan dan dalam menentukan jalan hidupnya. Namun disamping itu, di kehidupan kita juga terdapat beberapa aturan baik yang dibuat oleh negara ataupun yang berasal dari Tuhan. Dalam hal ini, menurut saya manusia juga bebas karena manusia bisa memilih apakah manusia mau melaksanakannya atau tidak. Namun, jika manusia memilih tidak melaksanakannya, manusia harus siap menanggung resiko dari pilihannya tersebut. Seperti misalnya saat kita mengendarai mobil, kita diwajibkan memakai sabuk pengaman, namun pada kenyataannya masih banyak dari kita yang tidak menggunakannya atau mungkin kita baru akan menggunakan ketika kita melihat ada polisi atau sedang dilakukan razia.

Jadi, menurut saya manusia itu bebas dalam hal apa saja asal manusia bisa mempertanggungjawabkan apa yang telah menjadi pilihannya.

Sekian pendapat saya.
Jika kalian ingin menambahkan komentar saya, silahkan post komentar kalian yaa ^^

FILSAFAT 8 (JUMAT, 26 SEPTEMBER 2014)

MANUSIA & AFEKTIFITASNYA | KEBEBASAN


Kekayaan Dan Kompleksitas Afektifitas Manusia

Afektifitaslah yang membuat manusia "berada" di dunia, berpartisipasi dengan orang lain. Afektifitaslah yang mendorong orang untuk mencintai, mengabdi dan menjadi kreatif. Cara hadir kita di dunia diperdalam oleh afektifitas. Yang membedakan manusia dengan tumbuhan adalah afektifitasnya.
Seluruh kehidupan afektif berputar pada 2 kutub yang bertentangan satu sama lain:
-Mengarah kepada objek karena menyukainya, atau
-Berpaling karena tidak menyukainya/dianggap buruk

Cinta = buah afektifitas positif
Benci = buah afektifitas negatif
Sebenarnya, cintalah yang paling dasariah

Terhadap objek yang disukai nya, yang dianggap berguna, disebut cinta utilitaris/bermanfaat.

Bagaimana sikap subjek dapat ditentukan secara afektif oleh obyeknya ?

Membedakan "perasaan" dan "emosi".
Kehidupan afektif memperlihatkan macam-macam cara yang berbeda-beda menurut bagaimana subyek menguasai obyek.
Keadaan afektif yang bermacam-macam ini disebut "hasrat-hasrat jiwa" (Thomas Aquinas).
Meninjau ciri khas kebenaran afektifitas yang disebut "suasana hati".

Apa yang bukan perbuatan afektif ?

Cinta membuktikan diri dalam perbuatan. Cinta mendahului perbuatan..
Afektifitas tidak sama dengan kesanggupan merasa.
Afektifitas bukan hanya merasa, tapi juga menyangkut hal yang spiritual

Apa yang merupakan perbuatan afektif ?

Hidup afektif/afektifitas adalah seluruh perbuatan afektif yang dilakukan subjek sehingga ditarik oleh obyek, ataupun sebaliknya. Perbuatan afektif sedikit mirip dengan "perbuatan mengenal" karena dianggap perbuatan vital/imanen. Hanya saja perbuatan afektif lebih pasif, dimana "perbuatan mengenal" lebih membuka diri terhadap objek.

Kondisi afektifitas manusia

Agar ada afektifitas, perlu ada suatu ikatan kesamaan antara subjek dan objek perbuatan afektifnya.
Kesenangan yaitu perasaan yang dialami subjek bila dia dihinggapi oleh keadaan berada lebih baik.

Catatan Tentang Cinta Akan Diri, Sesama, dan Tuhan

Cinta akan diri sendiri dianggap sebagai egoisme, padahal tidak. Hanya orang yang bisa mencintai orang lainlah yang bisa mencintai diri sendiri. Egoisme berarti menolak setiap perhatian otentik terhadap orang lain.

Jika kita mencintai Tuhan, bukan berarti kita mengasingkan diri dari diri sendiri. St. Agustinus berkata, Tuhan adalah pokok pangkal kepribadian kita masing-masing.
Tuhan adalah transenden dan imanen. Dia melampaui segala sesuatu dan selalu dekat dengan kita. Ia adalah dasar dalam mana semua manusia saling berkomunikasi.

KEBEBASAN

JIWA DAN KEBEBASAN


Eksistensi jiwa dalam tubuh memampukan manusia untuk menghadirkan diri secara penuh di dunia dan memampukan manusia menentukan perbuatannya. Dalam fungsi menentukan perbuatan, jiwa berhubungan dengan kehendak bebas. Karena jiwalah manusia menjadi makhluk bebas. Kebebasan merupakan kebutuhan mendasar manusia.
"Sejarah manusia merupakan sejarah perjuangan kebebasan"
Erich Fromm, The Fear of Freedom 1960
Kebebasan tidak bisa lepas dari eksistensi manusia.

Pandangan Determinisme

Determinisme adalah aliran yang menolak kebebasan sebagai kenyataan hidup bagi manusia.
Seluruh kegiatan manusia di dunia berjalan menurut keharusan yang bersifat deterministik, misal:
-Determinisme fisik-biologis
-Determinisme psikologis
-Determinisme sosial
-Determinisme teologis

Pandangan Kebebasasan sebagai eksistensi manusia

Menyatakan kelemahan-kelemahan determinisme:
  • Menyangkal sifat multidimensional dan paradoksal manusia
  • Menyangkal bahwa manusia selalu melakukan evaluasi dan penilaian terhadap tindakannya
  • Menafikan adanya tanggung jawab

Kebebasan sebagai eksistensi manusia, apa argumennya ?

  • Manusia hidup dalam "kemungkinan dapat", dan selalu berhadapan dengan pilihan berbeda yang memiliki bobot masing-masing
  • Adanya tanggung jawab. Bagaimana bila semua orang melakukan semaunya sendiri? Hanya mereka yang bebaslah yang dapat bertanggung jawab.
  • Makna perbuatan moral ada pada kebebasan

APA ARTI KEBEBASAN ?

  • Pengertian umum
    • Kebebasan adalah kebebasan negatif, tidak ada hambatan (paksaan, halangan, aturan)
  • Pengertian khusus
    • Kebebasan merupakan penyempurnaan diri (filsafat proses Whitehead).
    • Kesanggupan memilih dan memutuskan
    • Kebebasan eksistensial: Manusia bebas memilih demi dirinya sendiri
      • Merupakan kemampuan untuk mengungkapkan berbagai dimensi kemanusiaan

JENIS-JENIS KEBEBASAN

  • Horizontal -> kesenangan, kesukaan, spontan, pertimbangan intelektual
  • Vertikal -> pilihan moral, pertimbangan tujuan, tingkatan nilai
  • Eksistensial -> positif, lambang martabat manusia
  • Sosial -> terkait dengan orang lain
Nilai humanistik dalam kebebasan eksistensial:
  • melibatkan pertimbangan
  • mengedepankan nilai kebaikan
  • menghidupkan otonomi, terutama bagi diri sendiri
  • menyertakan tanggung jawab


Kebebasan sosial dibatasi dalam hal fisik, psikis dan normatif, alasannya:
  • menyertakan pengertian
  • memberi ruang bagi kebebasan eksistensial
  • menjamin pelaksanaan keadilan bagi masyarakat
  • terkait dengan hakikat manusia sebagai makhluk sosial

SEJARAH PERKEMBANGAN MASALAH KEBEBASAN

  • Filsafat Yunani tidak memberikan jawaban yang memuaskan karena:
    • Ada pandangan bahwa semua hal ditentukan oleh "nasib"
    • Masih kental dengan mitos tentang para dewa
    • Menurut pemikiran Yunani, manusia adalah bagian dari alam, maka manusia harus mengikuti hukum umum yang mengaturnya
    • Manusia terpengaruh oleh sejarah yang bergerak secara siklis
  • Zaman abad pertengahan
    • Kebebasan dilihat dalam prospektif Teosentrik (ke-Tuhanan)
  • Zaman modern
    • Teosentrik digantikan oleh Antroposentrik (ke-manusiaan)
  • Zaman kontemporer (zaman kini atau postmodernisme)
    • Kebebasan dipermasalahkan dari sudut pandang sosial
  • Kebebasan dalam pemikiran Timur
    • Membebaskan diri dari kendala keinginan egoistik dan dari kecemasan untuk mencapai kesatuan dan pengendalian diri

FILSAFAT 7 (KAMIS, 25 SEPTEMBER 2014)

FILSAFAT MANUSIA : JIWA DAN BADAN

Badan dan Jiwa adalah satu kesatuan yang membentuk pribadi manusia. 
Ada dua aliran yang melihat badan dan jiwa secara bertolak belakang, yaitu :

A. Monoisme
Monoisme adalah aliran yang menolak pandangan bahwa badan dan jiwa merupakan dua unsur yang terpisah. 3 unsur bentuk aliran :

  • meterialisme : materi sebagai dasar segala hal
  • teori identitas : ,emgakui aktivitas mental manusia
  • idealisme : ada hal yang tidak dapat diterangkan semata berdasarkan materi, seperti pengalaman, nilai dan norma.

B. Dualisme
Dualisme merupakan badan dan jiwa adalah dua elemen yang berbeda dan terpisah. Perbedaan itu ada di dalam objek dan pengertian. Ada empat caban,yaitu :
  • interaksionisme : fokus pada hubungan timbal balik antara badan dan jiwa
  • okkosionalisme : memasukkan dimensi ilahi dalam hubumgan badan dan jiwa
  • pararelisme : sistem kejadian ragawi terdapat di alam, sistem kejadian jiwa di dalam jiwa manusia.
  • epifenomenalisme : melihat hubungan badan dan jiwa dari fungsi saraf.


Badan Manusia
- Badan adalah elemen mendasar dalam membentuk pribadi manusia.
- Pandanga tradisional badan = kumpulan berbagai entitas material yang membentuk makhluk. Mekanisme gerak badan bersifat mekanistik.
- Hakikat badan terletak pada aktivitas yang terjadi dalam badan


Jiwa Manusia
- Pandangan tradisional jiwa = makhluk halus, tidak bisa ditangkap indera.
- Jiwa harus dipahami sebagai kompleksitas kegiatan mental manusia.
- James Pratt, empat hal kemampuan dasar jiwa :
  • menghasilkan kualitas penginderaan
  • mampu menghasilkan makna yang berasal dari penginderaan khusus
  • mampu memberi tanggapan pada hasil penginderaan
  • memberi tanggapan pada proses dalam pikiran dan kebaikan
- Agustinus : manusia hanya bisa melakukan penilaian terhadap tindakannya karena dorongan dari jiwa.

Kesimpulan
Realitas manusia adalah realitas prinsipal, terbentuk dari 2 elemen, yaitu material dan spiritual.
Badan dan jiwa adalah satu kesatuan yang membentuk eksistensi manusia.
Jiwa tak berfungsi jika tak ada badan. Badan manusia bukan mekanistik, tapi dinamika dari jiwa itu sendiri.

BIPOLAR


Hai semuaaaaaaaaaaaaaaaaa!!
Perkenalkan kami adalah BIPOLAR.
BIPOLAR beranggotakan : Lukas, Dicka, Rafael, Sahna, Pingkan, Saras, Veronika, dan Marcelia.
Pada awalnya kita tidak begitu kenal, namun karena dipersatukan dalam kelompok ini maka kita menjadi kenal satu sama lain.
Oh ya, kelompok kami diketuai oleh Dicka.
Menurut saya, kelompok ini sangat kompak dan cukup cerewet semuanya hihihi
Jika berkumpul bersama, kalian tidak akan kehabisan topik obrolan loh.
Namun disisi lain, mereka juga cukup cerdas.
Dan kami semua akan melakukan yang terbaik untuk BIPOLAR!

Kamis, 25 September 2014

FILSAFAT 6 (SELASA, 23 SEPTEMBER 2014)

FILSAFAT MANUSIA

Definisi
Bagian filsafat yang mengupas apa arti manusia/menyoroti hakikat atau esensi manusia .
Memikirkan tentang asal-usul kehidupan manusia (origin of human life), hakikat hidup manusia (the nature of
human life), dan realitas eksistensi manusia.

Metode Filsafat Manusia
refleksi, analisa transendental dan sintesa, ekstensif, intensif dan kritis.

Objek Filsafat Manusia
-Objek material: manusia.
-Objek formal: esensi manusia, strukturnya yang fundamental.
Struktur fundamental bukan fisik melainkan struktur metafisik yakni intisari, struktur dasar, bentuk terpenting
manusia, dinamisme primordial manusia yang diketahui melalui daya pikir, bukan penginderaan.

"Apa saja yang dipelajari dalam filsafat manusia?"

Inilah yang dipelajari dalam filsafat manusia :
-Mencari kekhasan manusia
-Manusia sebagaiada-di-dunia
-Evolusi
-Antarsubyektivitas (sosialitas manusia)
-Manusia sebagai eksistensi bertubuh
-Transendensi
-Manusia sebagai roh
-Pengetahuan manusia
-Kebebasan
-Kesejarahan/historisitas
-kebudayaan, sains dan teknologi
-Dimensi antropologis dari pekerjaan
-Manusia sebagai pribadi/persona
-Kematian dan harapan