Jumat, 19 September 2014

FILSAFAT 3 (18 SEPTEMBER 2014)

Haloooo kita ketemu lagi nih! ^^
Semoga kalian tidak bosan ya membaca blog saya, Teman-teman, pada post saya kali ini, saya akan berbagi materi kuliah saya pada pertemuan ketiga saya di blok filsafat ya. Mohon disimak dengan baik dan semoga bermanfaat ^^

EPISTEMOLOGI



Definisi Epistemologi

Epistemologi berasal dari bahasa Yunani episteme (pengetahuan) dan logos (kata/pembicaraan/ilmu) adalah cabang filsafat yang berkaitan dengan asal, sifat, karakter dan jenis pengetahuan.



Metode-Metode Untuk Memperoleh Pengetahuan



a. Empirisme
Empirisme adalah suatu cara/metode dalam filsafat yang mendasarkan cara memperoleh pengetahuan dengan melalui pengalaman. John Locke (Bapak Empirisme Britania) mengatakan bahwa pada waktu manusia di lahirkan akalnya merupakan jenis catatan yang kosong (tabula rasa), dan di dalam buku catatan itulah dicatat pengalaman-pengalaman inderawi. Menurut Locke, seluruh sisa pengetahuan kita diperoleh dengan jalan menggunakan serta memperbandingkan ide-ide yang diperoleh dari penginderaan serta refleksi yang pertama-pertama dan sederhana tersebut.





b. Rasionalisme
Rasionalisme berpendirian bahwa sumber pengetahuan terletak pada akal. Bukan karena rasionalisme mengingkari nilai pengalaman, melainkan pengalaman paling-paling dipandang sebagai sejenis perangsang bagi pikiran. 







c. Fenomenalisme

Bapak Fenomenalisme adalah Immanuel Kant. Kant membuat uraian tentang pengalaman. Barang sesuatu sebagaimana terdapat dalam dirinya sendiri merangsang alat inderawi kita dan diterima oleh akal kita dalam bentuk-bentuk pengalaman dan disusun secara sistematis dengan jalan penalaran. Karena itu kita tidak pernah mempunyai pengetahuan tentang barang sesuatu seperti keadaannya sendiri, melainkan hanya tentang sesuatu seperti yang menampak kepada kita, artinya, pengetahuan tentang gejala (Phenomenon).




Sifat Epistemologi



  • Secara kritisàmempertanyakan/menguji cara kerja,pendekatan, kesimpulan yang ditarik dalam kegiatan kognitif manusia.
  • Secara normatif àmenentukan tolok ukur/norma penalaran tentang kebenaran pengetahuan.
  • Secara evaluatif à menilai apakah suatu keyakinan,pendapat suatu teori pengetahuan dapat dipertanggungjawabkan dan dijamin kebenarannya secara logis dan akurat.

Dasar Dan Sumber Pengetahuan



1. pengalaman manusia
2. ingatan (memory)
3. Penegasan tentang apa yang diobservasi (kesaksian )
4. Minat dan rasa ingin tahu
5. Pikiran dan penalaran
6. Logikaà berpikir tepat dan logis
7. Bahasaà ekspresi pemikiran manusia melalui ujaran / tulisan
8. Kebutuhan hidup manusia à mendorong terciptanya IPTEK

Teori Kebenaran Dalam Ilmu Pengetahuan

a. Teori Kebenaran Korespondensi
Kebenaran akan terjadi apabila subjek  yakin bahwa objek sesuai dengan kenyataannya.
Sifat kebenaran korespondensi adalah subjektif.

b. Teori Kebenaran Koherensi
Kebenaran akan terjadi apabila ada kesesuaian pendapat dari beberapa subjek terhadap objek.
Sifat kebenaran koherensi adalah objektif.

c. Teori Kebenaran Pragmatik
Kebenaran akan terjadi apabila sesuatu memiliki kegunaannya.

d. Teori Kebenaran Konsensus
Kebenaran konsensus akan terjadi apabila ada kesepakatan yang disertai  alasan tertentu.

e. Teori Kebenaran Semantik
Kebenaran semantik akan terjadi apabila orang mengetahui dengan tepat tentang arti suatu
kata.


KEBENARAN


Apa yang dimaksud dengan Kebenaran ?

Untuk menilai sesuatu menggunakan istilah benar atau salah. Pengetahuan dapat dinilai
benar atau salah, karena pengetahuan pada dasarnya merupakan gabungan dan perpaduan
dari sistem pernyataan. Suatu konsep tidak dapat dinilai benar atau salah, tapi konsep
tersebut terpilih atau kabur. Begitu juga dengan presepsi  tidak dapat dinilai benar atau
salah, tapi isi pernyataan tentang apa yang dpipresepsikan.Secara umum kebenaran
adalah kesesuaian antara apa yang dipirkan dan atau dinyatakan dengan kenyataan yang 
sesungguhnyaSuatu  pengetahuan atau pernyataan di sebut benar jika sesuai dengan 
kenyataan.


Kebenaran Menurut Beberapa Ahli 

Kebenaran dama bahasa Yunani adalah alètheia

a.Menurut Plato tentang kebenaran secara etimologi kata alètheia berarti 
ketaktersembunyiaan adanya” atau “ketersingkapan adanya”. Kebenaran menurut konsep
Plato terletak pada objek yang diketahui atau pada apa yang dikejar untuk diketahui.
b. Menurut konsep Aristoteles terletak pada subjek yang diketahui bukan pada objeknya
c.Menurut kaum Positivisme Logis bahwa kebenaran dibedakan menjadi duayaitu 
kebenaran faktual dan kebenaran nalarKebenaran faktual adalah kebenaran tentang 
ada  tidaknya secara faktual di dunia nyata yang dialami manusia (yang biasanya diukur
dengan, dapat atau tidaknya menggunakan indera manusia ).
Kebenaran faktual yang bersifat nisbi (hanya terlihat ketika dibandingkan dengan yang
lain, tidak mutlak dan relatifdan mentak (mungkinbelum pasti).
Kebenaran nalar adalah kebenaran yang bersifat tautologis (pengulangan gagasandan 
tidak menambah pengetahuan baru mengenai duniatetapi dapat menjadi sarana yang 
berdaya guna untuk memperoleh pengatahuan yang benar tentang 
dunia ini. Kebenaran nalar bersifat mutlak dan tidak niscaya (tentupasti).
d.Menurut Thomas Aquinasmaka kebenaran dibedakan menjadi duayaitu :
kebenaran Ontologis (Veritas Ontologica) : kebenaran yang terdapat dalam kenyataan
kebenaran Logis (Veritas Logica) : kebenaran yang terdapat dalam akal budi manusia.


Kekeliruan dan Kesahihan

Kekeliruan berati menerima sebagai benar apa yang dinyatakan salah atau menyangkal apa
yang senyatanya 
benarKekeliruan adalah segala sesuatu yang menyangkut tindakan kognitif subyek penahu,
sedangkan kesalahan adalah hasil dari tindakan tersebut.


Faktor-Faktor Yang Menyebabkan Terjadinya Kekeliruan

1.Sikap terburu-buru dan kurang perhatian dalam salah satu tahap atau keseluruhan proses 
kegiatan mengetahui
2. Sikap terlalu gegabah dalam melangkah.
3. Kerancuan atau kebingungan akibat emosifrustasiperasaan yang entah mengganggu 
konsentrasi  atau membuat kurang terbuka terhadap bukti-bukti yang tersedia.
4. Prasangka dan bias-bias, baik individu maupun sosial.
5. Keliru dalam penalaran atau tidak mematuhi aturan-aturan logika.

So, akhirnya kelar deh post saya pada kesempatan kali ini, Semoga apa yang saya tulis dapat
bermanfaat yaaaa :p
Sampai jumpa di post saya yang selanjutnya ^^










S

6 komentar: